2017 : NICHE MODELLING DAN LANSKAP SPASIAL BURUNG MIGRAN LINTAS BENUA DI PANTAI TIMUR SURABAYA : PREDIKSI ADAPTASI SPESIES DAN HABITAT TERHADAP PERUBAHAN IKLIM

Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum S.Si., M.Si., Ph.D
Iska Desmawati S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perubahan iklim dan aktivitas manusia yang semakin meningkat mampu merubah habitat alami menjadi habitat yang terdegradasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Perubahan iklim global secara modern dapat diakibatkan oleh fenomena antropogenik dengan konsekuensi perubahan ekologi yang signifikan (La sorte dan W.Jetz , 2010) dan diprediksi dapat membuat 15-37% flora dan fauna yang masih ada menjadi punah pada tahun 2050 (Thomas et al. 2004) dan 50% spesies bumi akan mengalami kepunahan pada tahun 2100 (Myers & Knoll 2001). \n\nPenelitian mengenai lanskap spasial, pemodelan distribusi spesies, ataupun niche modelling merupakan suatu aspek dasar yang penting untuk mengetahui pola persebaran dan pengaruh dari perubahan iklim terhadap jenis-jenis burung migran global. Pemetaan, pemodelan dan karakterisasi zona singgah burung migran tersebut dapat terbantu dengan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Salah satunya adalah kawasan pesisir di Pantai Timur Surabaya sebagai salah satu IBA (Important Bird Area) oleh Birdlife International (kode ID103) dengan status IBA A4iii (Congregations). Kawasan tersebut merupakan daerah yang memiliki kelimpahan flora dan fauna terutama mamalia, burung dan mangrove dengan luas wilayah kurang lebih 2.490 ha. Salah satunya adalah keberadaan burung migran. Pada penelitian sebelumnya (Penelitian Pemula 2016) telah diketahui terdapat 21 spesies burung migran baik lokal maupun global dengan 2 famili besar (Scolopacidae dan Charadriidae) adalah burung migran lintas benua (global flyway). Burung migran lintas benua (global flyway) menjadi nilai yang sangat penting bagi penelitian dampak perubahan iklim. Hal ini dikarenakan jenis burung migran lintas benua yang memiliki jalur migrasi yang panjang secara langsung maupun tidak langsung akan terpengaruh oleh perubahan iklim baik dari segi penurunan jumlah populasi, perubahan penggunaan habitat, pergeseran jalur terbang dan pola distribusinya. \n\nPenelitian tentang niche modelling burung migran lintas benua di Pantai Timur Surabaya merupakan salah satu bagian dari pengetahuan distribusi spesies dan bagaimana prediksinya terkait perubahan iklim yang mempengaruhi burung tersebut. Sedangkan spasial lanskap digunakan untuk mengkarakterisasi zona-zona dimana burung tersebut berasosiasi dalam habitatnya. Niche modelling dan spasial lanskap burung migran lintas benua menggunakan beberapa parameter data. Parameter yang diambil dalam penelitian ini adalah faktor lingkungan abiotik dan tipe habitat serta jenis-jenis burung migran lintas benua yang terdapat di Pantai Timur Surabaya. Analisa distribusi burung migran pada area tersebut digunakan analisis distribusi Poisson melalui perbandingan varian dan rata-rata serta uji Chi Square. Niche modelling di analisa menggunakan software DIVA-GIS 7.5.0 dengan faktor lingkungan yang akan digunakan berdasarkan WORLDCLIM yakni suhu dan curah hujan, yang selanjutkan akan di tampilkan melalui peta menggunakan software ArcGIS. Spasial lanskap burung migran lintas benua akan ditampilkan melalui peta distribusi burung migran menggunakan GIS serta ilustrasi visual grafis untuk mengetahui preferensi habitat dan karakterisasinya. Sedangkan parameter faktor lingkungan yang lebih berpengaruh dianalisa dengan menggunakan metode ordinasi melalui program CANOCO for Windows 4.5.\n\nPenelitian ini diharapkan mampu mengetahui jenis-jenis burung migran lintas benua, menganalisa prediksi distribusi dan pola persebaran burung migran lintas benua dan preferensi habitatnya. Peta yang akan dihasilkan dari penelitian ini juga diharapkan mampu menjadi dasar komparasi dengan litelatur dan penelitian selanjutnya mengenai perubahan habitat yang telah terjadi di kawasan Pantai Timur Surabaya. Lebih lanjut, penelitian ini di harapkan dapat menjadi data acuan bagi pengelolaan wilayah konservasi baik skala lokal maupun secara global seperti yang telah ditetapkan statusnya oleh Birdlife Internasional.