2017 : PEMODELAN SPASIAL PERKEMBANGAN KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN SPATIAL METRIC DAN LANDUSESIM

Adjie Pamungkas ST.,M.Dev.Plg, Ph.D
Fendy Firmansyah, ST, MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perkembangan Kota Surabaya ke beberapa bagian wilayah menunjukkan adanya perkembangan yang sangat pesat. Kecenderungan pemanfaatan lahan di beberapa bagian wilayah Kota Surabaya menunjukkan bagaimana pola spasial di beberapa bagian wilayah Kota Surabaya terbentuk. Misalkan, pola spasial yang terbentuk di wilayah Surabaya Timur yang umumnya difungsikan sebagai kawasan permukiman, akan berbeda dengan pola spasial di Wilayah Surabaya Barat yang umumnya difungsikan sebagai kawasan industri. Fenomena ini yang menarik perhatian untuk dilakukan suatu kajian terhadap perkembangan pola spasial di Kota Surabaya.\nSpatial metric merupakan salah satu metode analisis yang dapat digunakan untuk menganalisis bentuk dan pola spasial suatu wilayah dalam bentuk kuantitatif melalui klasifikasi dan penginterpretasian wilayah dalam bentuk patch, class, dan landscape (McGarigal, 2002). Spatial metric mampu mengkuantitatifkan heterogenitas spasial dalam suatu wilayah. Proses tersebut memerlukan suatu cara dan instrumen untuk dapat mendeskripsikan pola keruangan tersebut melalui berbagai metode dan model matematis (Eric, 1997). Dari pola yang teridentifikasi tersebut akan dijadikan dasar sebagai bahan pemodelan spasial Kota Surabaya dengan menggunakan metode Cellular Automata melalui tools/software LanduseSim.\nDalam Kajian ini diperlukan 2 tahap analisis yaitu mengidentifikasi perubahan lahan Kota Surabaya, dan mengidentifikasi pola spasial perubahan lahan dengan menggunakan metode spatial metric. Output dari penelitian ini adalah prediksi perkembangan spasial kota Surabaya berdasarkan pola spasialnya. Diharapkan dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dalam penentuan kebijakan arah perkembangan kota selanjutnya.\n\n\nKata Kunci: Perkembangan kota, spatial metric, pemodelan spasial, landuseSim\n