2019 : Identifikasi Tingkat Depresi, Pengaruhnya terhadap Kegagalan Studi dan Keinginan Bunuh Diri Mahasiswa ITS, dan Perumusan Kebijakan Personal Development and Care (PDC) Subdit Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PK2M) ITS

Tony Dwi Susanto ST., MT., Ph.D
Eka Dian Savitri S.Hum.,M.A
Ni Gusti Made Rai S.Psi, M.Psi

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Berkaitan dengan misi ITS dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang unggul untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, sehat secara jasmani dan rohani maka aspek yang perlu mendapatkan perhatian serius kali ini terkait persoalan kualitas kesehatan mental mahasiswa. Kesehatan mental akan mempengaruhi kondiri psikologis seseorang yang ditunjukkan melalui perilaku mahasiswa dalam berinteraksi dan beradaptasi. Seorang yang sehat akan mampu menjadi efektif dalam segala aspek kehidupan dan siap menghadapi segala tantangan yang ada. Depresi sebagai salah satu gangguan psikologis pada aspek emosi (mood) yang dicirikan adanya perasaan murung, sedih serta kehilangan semangat menjadi salah satu kasus yang sering terjadi diberbagai kampus lain. Bahkan menurut hasil penelitian yang ada menunjukkan angka yang semakin meningkat pada jumlah kasus depresi. Dalam rangka mencapai kualitas kesehatan mental berarti perlu memastikan ketrampilan psikologis yang dimiliki. Ketrampilan psikologis ini berarti memberikan kesempatan seorang individu untuk memberdayakan dirinya mencari pertolongan sehingga tercapai kesempatan untuk mengembangan diri tanpa paksaan. Sejalan dengan hal tersebut kampus sebagai lingkungan yang menjadi ruang hidup bagi mahasiswa perlu dilengkapi dengan akses layanan kesehatan mental. Maka perlu dibangun suatu sistem untuk meningkatkan kesadaran warga kampus akan pentingnya kesehatan mental tersebut. Suatu sistem yang diharapkan dapat memberikan kemudahan akses khususnya bagi pengguna yakni mahasiswa dalam mendapatkan pelayanan terbaik. Bahkan tingkat kesadaran akan pentingnya persoalan kesehatan mental ini perlu disosialisasikan lebih lanjut. Hal tersebut dapat melibatkan peranan seperti pejabat kampus, dosen dan dosen wali serta tenaga kependidikan hingga mahasiswa untuk bersama-sama mengembangkan lingkungan sebagi ekosistem yang sehat jiwa. Karena dengan keadaan sehat jiwa seorang manusia akan mampu bekerja secara optimal untuk menggapai seluruh harapan dan cita-cita. Serta harapan bagi kampus untuk dapat mencetak lulusan yang unggul dan tangguh. Kata Kunci: kesehatan mental; depresi; bunuh diri; model pengembangan diri mahasiswa; ketrampilan psikologis; lulusan unggul; tangguh