2018 : STRATEGI PENERAPAN INSTRUMEN INSENTIF DAN DISINSENTIF BANGUNAN CAGAR BUDAYA SITUS KAMPUNG PRABAN BUBUTAN SURABAYA

Putu Gde Ariastita ST. MT.

Year

2018

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perkembangan Kota Surabaya yang saat ini sedang mengejar modernisasi sektor perdagangan dan jasa serta permukiman dipandang sebagai suatu ancaman bagi kelerstarian Bangunan Cagar Budaya (BCB) sebagai wujud peninggalan historis yang bernilai tinggi. Salah satu contoh kasusnya terjadi pada situs kampung historis Praban yang terletak di Kelurahan Alun-Alun Contong Kecamatan Bubutan. Situs Kampung Praban memiliki nilai sejarah sebagai kompleks bangunan rumah para Raja pada zaman Kerajaan Mataram. Ironisnya saat ini, mayoritas kegiatan penggunaan lahan berupa perdagangan dan jasa, baik secara langsung maupun tidak langsung, mempengaruhi kelestarian BCB yang terletak di Kawasan tersebut. Beberapa bangunan berubah menjadi rumah gudang, rumah toko, dan rumah kantor untuk mendukung aktifitas perdagangan dan jasa disekitarnya. Selain itu perubahan yang disebabkan oleh meodernisasi bentuk muka dan struktur bangunan juga terlihat pada Kawasan ini. Oleh sebab itu, dibutuhkan adanya upaya pengendalian untuk melindungi serta melestarikan bangunan cagar budaya tersebut agar eksistensi dan kualitas nya tetap terjaga sebagai mana mestinya, salah satunya adalah dengan menerapkan instrument insentif dan disinsentif. Pada penelitian ini, peneliti berusaha untuk merumuskan strategi penerapan instrument insentif dan disinsentif yang tepat diberikan kepada pemilik bangunan cagar budaya agar mereka memiliki kesadaran dan terpicu untuk merawat bangunannya. Adapun strategi penerapan yang akan dirumuskan akan disesuaikan dengan gejala-gejala perubahan yang tidak sesuai dengan konsep pelestarian serta faktor-faktor yang menjadi latar belakang perubahan pada bangunan cagar budaya di Situs Kampung Praban Bubutan tersebut. Kata kunci: Pelestarian Bangunan Cagar Budaya, Instrumen Insentif dan Disinsentif