2021 : Sintesis Partikel Selulosa Berbasis Sabut Kelapa Untuk Komposit Flowable Dalam Aplikasi Basis Restorasi Posterior Pada Gigi

Prof.Dr.Ir. Heru Setyawan M.Eng.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sesuai pada poin SDGs ke-3 yakni good health and well being, maka mengimplementasikan selulosa dari sabut kelapa sebagai material untuk dikompositkan dengan matriks sebagai basis restorasi posterior untuk gigi menjadi penelitian yang menarik. Sumber selulosa yang digunakan adalah sabut kelapa, biomassa yang memiliki nilai ekonomis rendah serta melimpah di Indonesia. Sifat serat selulosa yang memiliki modulus elastitsat rendah, ukuranya yang kecil menjadi alternatif untuk dimanfaatkan sebagai pengganti serat sintetis pada basis restorasi posterior pada gigi. Sejauh ini penelitian sudah dikembangkan, namun masih terbatas dari serat sintesis dimana sebagian besar serat sintetis tersebut tidak tersedia pada negara-negara berkembang dan biaya yang dibutuhkan sangat besar untuk proses produksinya. Selain itu terdapat serat yang berpotensi menjadi toksik, bersifat non biodegradable dan diproduksi dengan proses energi yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil serta mahal. Karena itulah peneliti ingin mengeksplorasi potensi serat alam untuk menggantikan serat sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahwa serat sabut kelapa mempunyai potensi fisik sebagai penguat resin komposit dengan viskositas rendah untuk basis pada gigi posterior. Selulosa diambil dari sabut kelapa dengan proses hidrotermal menggunakan pelarut etanol 50% pada suhu 180°C selama 4 jam. Selulosa yang tersisa kemudian di bleaching menggunakan peroksida untuk kemudian dilarutkan dalam NaoH dan urea. Setelahnya dinukleasikan menggunakan antisolvent ethanol dilanjutkan dengan solvent xchange dan dikeringkan mengggunakan freeze drying. Untuk mengetahui kemampuan selulosa sebagai material komposit, dilakukan uji antibakteri dan toksisitas. Selain itu, dilakukan pula uji kristalinitas, morfologi serta distribusi ukuran partikel untuk mengetahui karakterisasi dari selulosa yang dihasilkan.