2018 : Pengembangan Material Maju Medis: Senyawa-senyawa Antimikroba Baru

Prof. Dr. Taslim Ersam MS.
Prof.Dr. Mardi Santoso

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

WHO menempatkan Indonesia di posisi ke-8 dari 27 negara dengan beban kekebalan obat terhadap kuman (multidrug-resistance) yang tinggi pada tahun 2009. Data tersebut memperingatkan bahwa kasus resistensi terhadap antibiotika cukup mengkhawatirkan. Resistensi antibiotika tersebut dapat disebabkan penggunaan antibiotika yang tidak tepat (acquired resistance), evolusi kuman yang menjadi resisten (resistensi intrinsik/natural resistance), atau timbulnya strain-strain baru. Bahkan dalam pengobatan tuberkulosis selain terkendala adanya multidrug resistance, juga muncul adanya extensively drug-resistance dan totally drug-resistance serta belum adanya obat tuberkulosis baru selama empat dekade. Berdasarkan fakta tersebut, maka pengembangan senyawa-senyawa antimikroba baru yang aman dan efektif sangat dibutuhkan. 3,3-Di(indolil)indolin-2-on sebagai senyawa bioaktiv dari laut berhasil dipisahkan sebanyak 10 miligram atau dengan rendemen 0,3% dari 3,2 gram bakteri Vibrio sp yang berasal dari fresh marine sponge Hyrtios altum; dan sebanyak 5 miligram atau dengan rendemen 0,16% dari 3,1 gram bakteri Vibrio parahaemolyticus Bio 249. Pengujian dengan metoda cawan cakram kertas (paper disc plate) mengungkap potensi 3,3-di(indolil)indolin-2-on dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Isatin tersubstitusi dengan dua gugus indolil pada posisi C-3 merupakan struktur 3,3-di(indolil)indolin-2-on. Modifikasi struktur isatin diketahui secara signifikan dapat meningkatkan bioaktivitas. Penelitian yang diusulkan bertujuan untuk mensintesis 3,3-di(indolil)indolin-2-on dan empat turunannya, serta menguji aktivitiasnya terhadap Escherichia coli, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Mycobacterium tuberculosis. Sintesis 3,3-di(indolil)indolin-2-on dan empat turunannya dilakukan di Laboratorium Kimia Bahan Alam dan Sintesis, Departemen Kimia, ITS; sedangkan pengujian aktivitas anti mikroba dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada. Luaran dari penelitian yang diusulkan berupa publikasi di jurnal internasional terindeks serta tesis mahasiswa.