2018 : REHABILITASI LAHAN TERCEMAR MINYAK DENGAN YEAST UNGGUL

Dr.rer.nat., Ir. Maya Shovitri M.Si
Nur Hidayatul Alami S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pencemaran tanah oleh hidrokarbon minyak seperti minyak mentah dan solar sejak bertahun-tahun menjadi masalah lingkungan yang serius. Hasil penelitian sebelumnya telah didapatkan marine yeast potensial dari rhizosfer mangrove Gunung Anyar dan Wonorejo yang mampu menghasilkan enzim lipase. Enzim lipase dapat menghidrolisis lipid dan minyak. Minyak merupakan campuran lipid yang terdiri dari 95% triacylglycerols dan sisanya terdiri dari diacylglycerols, monoacylglycerols dan free fatty acids. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi jenis yeast dan konsentrasi, dengan lama waktu inkubasi terhadap jumlah sel yeast (cfu/g-tanah) dan kadar crude oil residu serta solar (g/g-tanah). Hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk mengetahui kombinasi jenis yeast dan konsentrasi, dengan lama waktu inkubasi yang mempunyai kemampuan terbaik dalam menurunkan kadar crude oil residu dan solar (g/g-tanah) pada tanah yang tercemar minyak. Penelitian meliputi isolasi yeast hidrokarbonoklastik dari tanah tercemar minyak Depo Jatim Petroleum Transport dan kawasan lumpur Lapindo Sidoarjo. Selanjutnya dilakukan screening isolat yeast dari rhizosfer mangrove (isolat dari penelitian sebelumnya) dan isolat dari depo petroleum serta lumpur lapindo yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi minyak mentah dan solar. Isolat dengan kemampuan terbaik dari tahapan screening selanjutnya dikombinasikan jenisnya dan digunakan untuk uji bioremediasi. Uji bioremediasi menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari tiga faktor. Faktor pertama adalah jenis konsorsium yeast, yang terdiri dari isolat rhizosfer mangrove (R), konsorsium isolat tanah tercemar minyak (T), dan konsorsium isolat rhizosfer mangrove dan tanah tercemar minyak (RT). Faktor kedua adalah konsentrasi konsorsium yeast, yaitu 0% (kontrol), 10%, 20%, dan 30%. Faktor ketiga adalah lama waktu inkubasi, yaitu minggu ke-0 (M0) sampai dengan minggu ke-4 (M4). Monitoring atau evaluasi proses bioremediasi dilakukan dengan metode monitoring nonspesifik berupa penghitungan total plate count yeast dan kadar residu minyak mentah dan solar. Analisa GC-MS dilakukan pada hasil gravimetri terbaik yaitu yang mengalami penurunan kadar minyak tertinggi. Pengukuran kadar air juga dilakukan untuk mengetahui tingkat kelembaban pada media perlakuan. Hasil yang diperoleh digunakan sebagai alternatif formula yeast unggul yang dapat meningkatkan fungsi lahan kritis melalui kemampuannya dalam mendegradasi sumber pencemar minyak.