2018 : PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN NELAYAN BERBASIS BUDAYA KASUS BANGKALAN MADURA

Ir. Muhammad Faqih MS
Dr. Arina Hayati S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Saat ini, budaya menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan untuk pengembangan dan pembangunan permukiman berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan tujuan implementasi New Urban Agenda -UN Habitat III 2016, yang merumuskan pentingnya budaya dalam pengembangan perumahan dan permukiman. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki banyak kelompok masyarakat yang tinggal di permukiman pesisir dengan mata pencaharian sebagai nelayan. Sebagian besar permukiman nelayan merupakan permukiman miskin dan tertinggal dan menjadi salah satu target perbaikan dan pembangunan permukiman. Dengan demikian, Kebanyakan nelayan adalah masyarakat miskin yang cenderung tertinggal. Karena permukiman nelayan merupakan permukiman informal yang kental dengan latar belakang sosio-ekonomi dan budaya masyarakatnya, maka perlu dikembangkan konsep pengembangan perumahan dan permukiman berkelanjutan berbasis budaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teori pembangunan berkelanjutan berbasis budaya masyarakat pesisir nelayan. Sehingga, permukiman di Bangkalan Madura di pilih sebagai studi kasus penelitian karena memiliki karakteristik budaya spesifik sebagai permukiman nelayan tradisional di daerah pesisir dan tingkat ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Penelitian ini menggunakan paradigma intersubjective dengan strategi penelitian studi kasus. Strategi kombinasi meliputi dua tahapan rancangan penelitian yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Tahapan kuantitatif menguji dan menganalisa menggunakan teknik analisa faktor, uji dependensi dan deskriptif. Sedangkan tahapan kualitatif melalui teknik analisa triangulasi termasuk wawancara mendalam dan pemetaan aktivitas di studi kasus. Hasil dari penelitian diharapkan dapat menggali aspek-aspek budaya masyarakat Bangkalan Madura untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Hasil lainnya adalah merumuskan sebuah model permukiman nelayan berkelanjutan dengan budaya sebagai salah satu dasar pijakan selain aspek-aspek yang lainnya.