2017 : Studi Awal Proses Fermentasi pada Desain Pabrik Bioethanol dari Molasses

Prof.Dr.Ir. Sugeng Winardi M.Eng


Abstract

Tebu sebagai bahan baku industri gula juga memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Molasses adalah hasil samping yang berasal dari pembuatan gula tebu (Saccharum officinarum). Molasses yang telah diproses menjadi etanol akan memiliki nilai jual ekspor yang tinggi yaitu sekitar US $866, 07 per ton. Diperkirakan pada tahun 2020 kebutuhan dalam negeri terhadap etanol sebesar 248.983, 9 kg etanol per tahun. Dari total kebutuhan yang telah disebutkan sebelumnya maka pabrik bioethanol dengan bahan baku molasses dapat memenuhi permintaan dalam negeri dan luar negeri untuk menambah devisa. Pabrik bioethanol ini berkapasitas 8500 kg/jam molasses masuk dan beroperasi selama 24 jam per hari dengan hari kerja 330 hari per tahun. Terdapat tiga tahapan utama dalam pembuatan bioethanol dari molasses, yaitu tahap persiapan bahan baku yang bertujuan untuk menyiapkan bahan baku yang akan digunakan dalam proses, terdiri dari proses pengenceran. Kemudian tahap fermentasi yang merupakan tahap penting dalam produksi etanol yakni menggunakan fermentasi bakteri yang telah dipersiapkan dari tangki propagasi dalam proses ini akan dihasilkan etanol dengan kadar 6-10%. Dan yang terakhir adalah tahap pemurnian yang merupakan pemurnian dari hasil fermentasi terdiri dari proses penyaringan, distilasi dan adsorpsi. Fungsi tahap ini untuk memurnikan hasil fermentasi sehingga menjadi etanol dengan kadar 99, 5% Pabrik ini membutuhkan investasi sebesar Rp. 368.226. 944.4301, 00 dengan Internal Rate of Return sebesar 21, 02%, Pay Out Time selama 3, 46 tahun dan BEP sebesar 30 …