2019 : Simulasi Perbandingan Efektivitas Penerapan Kendali Optimal pada Penyebaran Penyakit Kolera melalui Control Treatment, Sanitasi, Edukasi dan Klorinasi

Subchan S.Si., M.Sc., Ph.D
Tahiyatul Asfihani S.Si., M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kolera merupakan penyakit menular akibat infeksi yang disebabkan oleh bakteri Vibrio Cholerae dengan gejala diare disertai muntah akut akibat enterotoksin yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Bakteri Vibrio Cholerae dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman. Saat menginfeksi, bakteri ini memproduksi enterotoksin yang mengakibatkan keluarnya cairan tubuh dalam jumlah besar (Merrel dkk, 2002). Kolera dapat membunuh sekitar 95.000 orang dan mempengaruhi 2,9 juta lebih setiap tahun (WHO, 2017). Pada tahun 2016, secara keseluruhan, 54% kasus dilaporkan dari Afrika, 13% dari Asia dan 32% dari Hispaniola. Berikut adalah beberapa negara yang pernah terjangkit penyakit kolera yaitu Haiti (2010-2011), Nigeria (2010), Kenya (2010), Vietnam (2009), Zimbabwe (2008-2009). Kolera masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama dan mempengaruhi populasi dunia berkembang, terutama negara tanpa akses yang layak ke sumber air dan sanitasi yang memadai (WHO, 2016). Tingginya angka kasus penyakit kolera merupakan suatu permasalahan yang harus ditangani dan menarik untuk dijadikan sebagai kajian penelitian. Dalam penelitian ini, proses penyebaran penyakit kolera dikaji dengan merekonstruksi model matematika yang menggambarkan dinamika penyebaran penyakit kolera dan ditambahkan variabel kendali optimal berupa control treatment, edukasi, sanitasi, dan klorinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi kendali optimal terhadap model penyebaran penyakit kolera dengan strategi pengendalian yang diterapkan. Adanya upaya pengendalian secara optimal melalui control treatment diberikan kepada pendeita penyakit kolera melalui pengobatan. Disamping itu, pemberian edukasi juga dilakukan kepada manusia yang rentan terhadap penyakit kolera sebagai upaya pencegahan akan terjangkitnya penyakit tersebut. Selain itu, adanya pemberian klorinasi bertujuan untuk mengurangi jumlah bakteri penyebab penyakit kolera yang ada dilingkungan kurang bersih. Dengan adanya upaya pengendalian ini, diharapkan dapat meminimumkan kasus penyebaran penyakit kolera. Penelitian ini juga bertujuan untuk mensimulasikan bagaimana hasil dari penerapan kendali optimal terhadap penyebaran penyakit kolera melalui upaya preventif berupa control treatment, edukasi, sanitasi, dan klorinasi. Berdasarkan hasil simulasi yang akan dilakukan terhadap penerapan keempat kontrol tersebut, selanjutnya dapat dianalisa perbandingan setiap penerapan yang dilakukan. Dengan demikian, dapat diperoleh penerapan kontrol optimal yang paling efektif. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi baik dari sisi keilmuan matematika maupun dari sisi aplikatifnya di bidang pemodelan matematika dan kesehatan, sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan bagi kalangan akademik maupun masyarakat pada umumnya.