2020 : PRETREATMENT LIMBAH SABUT KELAPA MENGGUNAKAN KOMBINASI ALKALI-H2O2 DAN IONIC LIQUID (DMIM)DMP

Prof.Dr.Ir. Arief Widjaja M.Eng.

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kebutuhan energi di dunia ini akan semakin meningkat, seiring dengan peningkatan sumber daya manusia. Dalam beberapa tahu teakhir, pemanfaatan limbah biomassa untuk menghasilkan biofuel sebagai energi bersih dan terbarukan mendapat banyak perhatian. Maka dari itu , di butuhkan sumber energi aternatif yang dapat terbarukan serta ramah lingkungan. Sabut kelapa merupakan limbah pertanian melimpah di Indonesia yang mengandung lignoselulosa yang dapat di konversi menjadi gula kemudia di konversi menjai biofuel. Karena ketersediaannya melipah di Indonesia, maka pengguanaan sabut kelapa sebagai bahan baku biofuel dan produk bio energi lain sangat menjanjian. Konversi sabut kelapa menjadi gula perlu melalu tahap perlakuan awal (pretreatment) untuk mengurangi atau menghilangkan kandungan lignin agar konversi menjadi gula dapat dilakukan dengan optimal. Selanjutnya dilakukan proses hidrolisis untuk mengkonversi selulosa maupun hemiselulosa menjadi gula reduksi yang siap di konversi menjadi biofuel. Dalam usulan penelitian ini, bertujuan Screening experiment untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kadar lignin, selulosa, hemiselulosa dan indeks kritalinitas pada pretreatment limbah sabut kelapa menggunakan kombinasi preterment alkali H2O2 dan ioniq liquid. Metode yang di gunakan ialah dengan mengaplikasikan desain eksperimen Plackett-Burman. Luaran yang di targetkan adalah publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Penelitian ini merupakan Bio-based energy pengembangan produksi energi baru dan terbarukan, diversifikasi feedstock untuk produksi biofuel dari biomassa yang menjadi salah satu tema unggulan ITS pada Pusat Studi Energi Berkelanjutan. Kata kunci: Sabut kelapa, Alkali H2O2, Ionic liquid, Delignifikasi, Hidrolisis enzimtik