2020 : BIOREMEDIASI TUMPAHAN MINYAK MENTAH PADA PERAIRAN LAUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BIOAUGMENTASI DAN BIOSTIMULASI SECARA SIMULTAN

Ipung Fitri Purwanti S.T., M.T., PhD.
Herman Pratikno ST.,MT.
Harmin Sulistiyaning Titah ST.,MT.,Ph.D.


Abstract

Minyak mentah merupakan sesuatu yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Hasil olahan minyak bumi yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah bahan bakar minyak, solar, bensin, avtur, dan liquefied petroleum gas (LPG). Indonesia merupakan negara produsen minyak bumi yang cukup besar. Kegiatan penambangan minyak bumi tidak bisa lepas dengan adanya dampak pada lingkungan di sekitarnya. Pada kasus-kasus tumpahan minyak mentah pada perairan laut yang telah terjadi, tumpahan minyak dapat menyebar luas dengan cepat. Beberapa kasus menyebabkan tumpahan minyak mentah tersebar hingga daerah pantai dan mengganggu kegiatan para nelayan. Upaya penanggulanganan dampak tumpahan minyak saat ini sudah banyak dilakukan dengan teknik pendekatan fisik dan kimiawi. Namun setelah ditinjau, pendekatan ini bisa meninggalkan residu yang akan tenggelam atau hanya sekedar memindahkan minyak ke tempat lain dan berpotensi menyebabkan dampak yang lama bagi ekosistem di bawah laut. Sehingga bioremediasi merupakan salah satu alternatif yang baik untuk dicoba sebagai penanggulangan tumpahan minyak mentah. Bioremediasi merupakan proses meremediasi atau mendegradasi polutan dengan bantuan mikroorganisme. Terdapat beberapa mikroorganisme yang dapat digunakan untuk mendegradasi hidrokarbon. Pada penelitian ini menggunakan mikroorganisme yang mudah ditemukan. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah menentukan ketahanan mikroorganisme pendegradasi minyak bumi pada air laut tercemar, menentukan persentase penyisihan TPH oleh Bacillus subtilis, Pseudomonas putida, menentukan konsentrasi inokulum yang paling efektif dalam mendegradasi minyak mentah serta mengetahui perbedaan hasil degradasi dengan metode bioaugmentasi dan biostimulan secara sequencing dan konsorsium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian skala laboratorium dengan media air laut artifisial yaitu mineral salt medium (MSM). Data yang dibutuhkan untuk pembahasan adalah konsentrasi optimum pencemar dimana mikroorganisme yang digunakan dapat tumbuh dengan baik, Total Petroleum Hydrocarbon (TPH), pH, suhu, Dissolved Oxygen (DO), tingkat salinitas, Optical Density (OD), dan Total Place Count (TPC) dengan variabel yang ditetapkan adalah jenis bakteri, konsentrasi inokulumnya dan metode yang digunakan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini akan berupa nilai kemampuan bakteri pilihan dalam mendegradasi minyak mintah pada perairan laut serta diketahuinya perbedaan potensi degradasi minyak mentah yang lebih baik dengan menggunakan metode bioaugmentasi dan biostimulasi dengan cara sequencing dan bakteri konsorsium. Hasil tersebut akan dijadikan sebagai rekomendasi dalam meningkatkan kualitas air laut yang tercemar minyak mentah.