2018 : KITOSAN LARUT AIR SEBAGAI BAHAN DASAR CANGKANG KAPSUL HALAL

Dra. Harmami M.Si.
Dra. Ita Ulfin M.Si.
Yatim Lailun Nimah S.Si, M.Si., Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kapsul merupakan bentuk sediaan padat yang sangat umum beredar sebagai sediaan farmasi oral dimana cangkang kapsul yang saat ini beredar berbahan dasar gelatin. Bahan baku pembuatan gelatin berasal dari bagian tubuh hewan dimana hewan mamalia menempati tempat teratas sumber bahan baku gelatin. Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam memberikan perhatian khusus untuk menjamin kehalalan produk yang dikonsumsi, sedangkan produk berbahan dasar gelatin dari hewan mamalia diragukan kehalalannya baik dari jenisnya seperti babi atau proses penyembelihan yang tidak sesuai syariat Islam, salah satunya cangkang kapsul dari gelatin babi (Asher, 1999). Upaya subtitusi penggunaan gelatin babi untuk bahan dasar pembuatan cangkang udang telah dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan kitosan. Pada penelitian ini digunakan cangkang udang untuk mendapatkan kitosan larut air (Water Soluble Chitosan, WSC) yang kemudian dapat diaplikasikan sebagai bahan baku pembuatan cangkang kapsul halal. Permasalahan yang akan diselesaikan dalam penelitian ini adalah turunan kitosan yang diperoleh dan digunakan sebagai bahan baku pembuatan cangkang kapsul dapat memiliki sifat larut air, cangkang kapsul elastis, waktu hancur singkat dan biaya produksi yang murah. Batasan masalah pada penelitian ini adalah variasi konsentrasi WSC dan filler masing-masing : natrium lauril sulfat, natrium lauril eter sulfat dan agar-agar. WSC diperoleh dari hasil deasetilasi dan pemotongan rantai kitin ekstrak cangkang udang. Hasil sintesis kemudian dikarakterisasi menggunakan Spektroskopi Inframerah Fourier-Transform (FT-IR) untuk mempelajari gugus fungsi pada senyawa yang disintesis. Evaluasi cangkang kapsul hasil sintesis dilakukan dengan uji keseragaman bobot, disolusi dan waktu hancur serta kadar air dan kadar abu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh cangkang kapsul berbahan baku WSC yang sudah berhasil disintesis pada penelitian tahun pertama (2017) serta mempelajari sifat cangkang kapsul hasil sintesis melalui uji disolusi, uji waktu hancur dan keseragaman bobot cangkang kapsul. Pada tahun 2017 Kitosan larut air (Water-Soluble Chitosan/WSC) telah disintesis dari beberapa cangkang hewan laut, seperti cumi-cumi udang, kerang dan kepiting. Cangkang hewan diekstraksi menjadi kitin melalui tahap demineralisasi dan deproteinisasi. Kitin yang diperoleh kemudian dideasetilasi menjadi kitosan kasar. Lalu kitosan kasar diubah menjadi kitosan larut air (WSC) melalui reaksi pemotongan rantai polimer menggunakan hidrogen peroksida. Kitosan larut air yang diperoleh kemudian dikarakterisasi dengan spektroskopi FTIR (Fourier-transform infrared) untuk mengetahui serapan gugus fungsinya. Derajat deasetilasi kitosan larut air (WSC) diperoleh melalui metode titrasi asam-basa sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Czechowska-Biskup dkk., (2012). Perolehan kembali kitin dari cangkang cumi-cumi, udang, kerang kepiting masing-masing sebesar 47,07%; 28,88%; 16,35% dan 19,33%. Perolehan kembali kitosan larut air (WSC) dari cangkang cumi, udang, kerang dan kepiting masing-masing sebesar 37,87%; 16,79%; 4,19% ; 5,48%. Derajat deasetilasi kitosan larut air (WSC) dari cangkang cumi-cumi, udang, kerang dan kepiting masing-masing sebesar 58,04%; 64,18%; 35,03% dan 53,91%. Hasil penelitian tahun pertama sudah dibuat dua buah artikel dan telah di submit di “Malaysian Journal of Fundamental and Applied Sciences�(MJFAS) dan sudah pada tahap proses revisi berdasarkan permintaan reviewer. Berdasarkan data prosentase perolehan kembali dan prosentase DD, WSC cangkang udang merupakan yang paling potensial dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan membran kapsul. Hal tersebut juga ditunjang dengan ketersediaan limbah kulit udang yang sangat melimpah dan murah. Pengujian keseragaman membran kapsul WSC cangkang udang dan tulang cumi sesuai dengan standar Farmakope Indonesia. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah : mendapatkan paten, serta publikasi artikel ilmiah dalam jurnal dan seminar internasional dengan judul “Application of Water-Soluble Chitosan as Capsule Shell �