2019 : Desain Deck Cargo Barge sebagai Arena Konser Terapung untuk Daerah Perairan Gili Trawangan-Gili Meno-Gili Air, Lombok.

Ir. Hesty Anita Kurniawati M.Sc.


Abstract

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki keragaman flora dan fauna yang beraneka ragam. Deck Cargo Barge atau tongkang banyak yang sudah tidak beroperasi dan diparkir dikarenakan sumber daya alam berupa batu bara mulai menipis. Dengan mendesain tongkang sebagai arena konser terapung nantinya bisa menjadi referensi bagi pemilik kapal mengenai alih fungsi tongkang karena berkurangnya sumber daya alam. Dari proses analisis teknis didapatkan ukuran utama yang sesuai untuk arena konser terapung adalah L= 96 m, B= 24 m, H= 6.6 m, T= 5 m. Desain safety plan ditambahkan pada The Kahakai Floating Arena (TKFA) adalah 1119 lifejacket, 12 lifebuoy dan 24 liferafts. Garbage disposal management menggunakan compactor yang diperuntukkan untuk sampah non-organic, comminuter dan macerator diperuntukkan untuk sampah organik. Sewage treatment management menggunakan comminuter dan penyediaan holding tank. Konfigurasi mooring system yang digunakan adalah spread mooring system dikombinasi dengan mooring buoy dengan symmetric 8 line (45) dan mooring line berupa wire rope. Besarnya biaya pembangunan TKFA adalah sebesar Rp 34,356,976,561.92 dengan estimasi PP terjadi pada tahun ke 6 bulan ke 7 operasional serta nilai NPV sebesar Rp 25,306,981,018 dan IRR sebesar 24.73% untuk jangka waktu investasi selama 10 tahun.