2020 : UPAYA MANAJEMEN RESISTENSI EKOSISTEM MANGROVE YANG ADAPTIF DI PESISIR JAWA TIMUR DENGAN KARAKTERISASI DAN PEMETAAN SELF-DEFENSE MANGROVE TERHADAP GRADIEN LINGKUNGAN

Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum S.Si., M.Si., Ph.D
Mukhammad Muryono S.Si., M.Si., Ph.D
Iska Desmawati S.Si., M.Si.


Abstract

Lingkungan estuari dan pesisir di Indonesia dianggap rentan terhadap perubahan lingkungan. Peningkatan suhu udara dan suhu air laut, kenaikan permukaan air laut, perubahan sirkulasi laut, pola dan frekuensi curah hujan, serta aktivitas manusia dapat mempengaruhi fisiologi, ekologi dan akhirnya pada stabilitas habitat lahan basah mangrove di daerah pesisir. Respon vegetasi mangrove terhadap gradien lingkungan bersifat dinamis, seperti karakteristik lokasi, interaksi biotik seperti tekanan herbivora dan patogen, sehingga mangrove mampu mengembangkan berbagai strategi pertahanan sebagai respons terhadap beragam serangan herbivora maupun patogennya. Karakter kimiawi senyawa organik tumbuhan berperan dalam beragam aktivitas dan peran defensifnya, dikatakan merupakan hasil dari tekanan selektif lingkungan, seperti interaksi kompetisi dan defisiensi nutrisi, kekeringan, radiasi ultraviolet, dan interaksi herbivori dan patogen. Pertahanan mekanis dan kimiawi tumbuhan dapat bervariasi di antara lokasi vegetasi, dimana terdapat perbedaan ketersediaan sumber daya yang juga mempengaruhi pertahanan diri tumbuhan dan interaksi biotiknya. Spesies mangrove berbeda memiliki karakteristik tertentu terhadap sistem pertahanan tumbuhannya, dan bahkan dapat bervariasi secara intraspesifik pada tipe dan strategi pertahanan, jumlah strategi, dan tingkat efisiensi masing-masing pertahanan tumbuhan. Variasi intraspesifik dapat dikaitkan dengan serangkaian gradien faktor lingkungan biotik dan abiotik, yang mengatur struktur dan fungsi komunitas mangrove yang ada. Oleh karena itu, perubahan evolusi sistem pertahanan tumbuhan tidak hanya sebagai hasil koevolusi antara tumbuhan dan hewan asosiasinya, tetapi juga hasil interaksi tumbuhan dengan lingkungannya. Gradien lingkungan yang mempengaruhi karakteristik sistem self-defense tumbuhan mangrove sangat bervariasi, dan saat ini belum banyak penjelasan hasil riset khususnya di area mangrove di Pesisir Jawa Timur. Adanya peranan ekosistem mangrove sebagai pengekspor produktivitas primer ke perairan pesisir di sekitarnya, maka sistem self-defense tumbuhan mangrove akan berpengaruh signifikan pada resistensi ekosistem mangrove. Oleh karena itu dalam penelitian ini, penentuan karakteristik dan pemetaan karakter self-defense mangrove, khususnya terhadap mekanisme herbivori, yang terkait dengan variasi faktor lingkungannya sangat penting. Hal ini dimaksudkan untuk kepentingan pengelolaan ekosistem mangrove yang resisten dan adaptif di wilayah Pesisir Jawa Timur. Pengambilan sampel karakteristik mangrove serta laju herbivorinya dilakukan pada area mangrove yang mewakili Pesisir Jawa Timur, yaitu Kawasan Ekowisata Wonorejo Surabaya, Kawasan Coastal & Marine Biodiversity Reserve (CMBR) Lembung Paseser di Sepulu, Bangkalan-Madura dan Beejay Bakau Resor (BJBR) Pelabuhan Mayangan, Probolinggo. Pengambilan sampel mangrove untuk karakterisasi self defense tumbuhan mangrove meliputi : karakter morfologi, anatomi dan histokimia daun, kualitas nutrien daun, estimasi laju herbivori, yang ditunjang dengan pengambilan sampel variabel lingkungan (ketebalan seresah, materi organik, kondisi nutrien tanah dan mineral tanah, pH, salinitas, Photosynthetically Active Radiation (PAR)). Hasil karakterisasi dan pemetaan sistem self-defense mangrove ini dapat digunakan dalam pengelolaan kapasitas adaptasi dan resistensi ekosistem mangrove terhadap gradien dan perubahan lingkungan untuk program Manajemen Adaptif Lingkungan (Adaptive Environmental Assessment and Management). Pendekatan Manajemen Adaptif ini penting agar program pengelolaan terpadu daerah pesisir dengan karakternya yang dinamis tetap berlangsung fleksibel dari waktu ke waktu. Hasil riset ini nantinya dapat digunakan sebagai model kapasitas adaptif biota, untuk tujuan akhir pengembangan Manajemen Adaptif pengelolaan terpadu wilayah pesisir di Jawa Timur, serta rekomendasi potensi daya lenting habitat terhadap dampak perubahan lingkungan dan iklim khususnya di daerah pesisir.