2018 : Pemanfaatan Limbah Plastik berbasis Polipropilena dan Polietilena untuk Bahan Aditif Aspal dengan Modifikasi glicydoxy propil trimetoxisilane (GPTMS) sebagai Coupling Agent (Studi kasus: Perbaikan kerusakan jalan Soekarno – Hatta Km 12 Balikpapan).

Moh. Muntaha ST.,MT.

Year

2018

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi dengan kondisi jalan kurang baik di Indonesia. Kerentanan jalan propinsi Kalimantan Timur merupakan nomor 4 terendah di Indonesia. Permasalahan ini tidak sebanding dengan kenaikan volume kendaraan di provinsi Kalimatan Timur. Kondisi cuaca dan intensitas kendaraan yang terus meningkat menjadikan jalan mudah rusak. Dari masalah tersebut perlu adanya improvisasi dari aspal yang merupakan bahan dasar kontruksi jalan raya. Salah satu solusi dari permasalahan ini adalah penambahan polimer sebagai bahan modifikasi pada bitumen (aspal). Plastik membuat ikatan kuat yang berfungsi sebagai coupling agent pada bitumen. Saat ini pembuatan aspal dengan modifikasi plastik berfokus pada plastik limbah hasil rumah tangga sampai industri. Penelitian tentang limbah plastik untuk modifikasi aspal bukanlah hal yang baru. Ahmad pada tahun 2015, penambahan polimer 9% dapat meningkatkan stabilitas kekuatan pada aspal dari analisa Marshall. Namun masih ada permasalahan antara plastik dan aspal yaitu kurangnya kompatibiltas antara keduanya sehingga membutuhkan suatu zat aditif untuk memperbaiki sifat tersebut. Wahyuaji pada tahun 2017, memberikan modifikasi lignin sebagai coupling agent untuk meningkatkan kompatibilitas dan terbukti dapat meningkatkan duktilitas hingga 8% akan tetapi stabilitas thermalnya tidak terlalu baik. Dari analisa literatur tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi aspal dan limbah plastik dengan penambahan GPTMS untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas termalnya. Dalam usul penelitian ini, polimer yang digunakan adalah jenis Polipropilen yang berasal dari limbah plastik rumah tangga, sedangkan 3-glicydoxi propiltrimethoxy silane (GPTMS) akan ditambahkan sebagai coupling agent untuk meningkatkan interaksi yang terjadi antara polimer dengan bitumen. Pemanfaatan polimer sebagai bahan modifikasi pada bitumen diharapkan dapat meningkatan masa jenis aspal, kekuatan, elastisitas, stabilitas aspal dan ketahanan terhadap air. Campuran bitumen dengan limbah plastik yang diperoleh akan dianalisa duktilitas, penetrasi, FTIR dan analisa thermal menggunakan DSC/TGA. Selain itu, pada penelitian ini juga dilakukan uji daktilitas dengan mengukur jarak terpanjang yang dapat ditarik antara cetakan yang berisi bitumen keras sebelum putus, pada suhu dan kecepatan tarik tertentu. Pengujian penetrasi ini dimaksudkan untuk menentukan penetrasi bitumen keras atau lembek (solid atau semi solid) dengan memasukkan jarum penetrasi ukuran tertentu, dengan beban dan waktu tertentu ke dalam bitumen pada suhu tertentu. Pada penelitian ini diharapkan bisa mendapatkan material komposit aspal dengan limbah plastik polipropilena dan polietilena yang mempunyai kekuatan, stabilitas, durability serta stabilitas thermal yang baik. Penelitian akan direncanakan dalam kurun waktu 2 tahun dengan target akhir mendapatkan komposit aspal sebagai bahan dasar untuk kontruksi jalan raya yang memiliki daya tahan yang lebih baik dari segi kekuatan, durability dan stabilitas termal yang lebih baik dari aspal yang digunakan untuk konstruksi jalan raya saat ini.