2019 : AKTIVITAS ENZIM LIPOPROTEIN LIPASE (LPL) SERUM MENCIT (Mus musculus) PADA UJI ANTI-HIPERLIPIDEMIA EKSTRAK ANTHOCYANIN-RICH PARIJOTO (Medinilla speciosa)

Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si
Dr.techn Endry Nugroho Prasetyo S.Si., MT.
Noor Nailis Sa adah S.Si., M.Sc.


Abstract

Pola konsumsi makanan masyarakat yang cenderung ke arah tingginya asupan lipid dapat menyebabkan hiperlipidemia, yaitu suatu kondisi gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan adanya peningkatan kolesterol total, trigliserida (TG), Low Density Lipoprotein-Cholesterol (LDL-C), serta penurunan High Density Lipoprotein-Cholesterol (HDL-C). Hiperlipidemia dapat meningkatkan terjadinya aterosklerosis, yang merupakan salah satu faktor pemicu untuk sebagian besar penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, jantung koroner maupun stroke. Bahan-bahan alami tumbuhan banyak yang telah digunakan sebagai obat anti-hiperlipidemia. Salah satu spesies tumbuhan asli Indonesia yang belum dieksplorasi sepenuhnya secara farmakologi adalah tumbuhan parijoto (Medinilla speciosa). Buah parijoto mengandung antosianin, senyawa flavonoid yang berperan sebagai pewarna alami, anti-inflamasi, antioksidan, serta menstabilkan plak. Asupan diet flavonoid berkorelasi negatif dengan angka kematian akibat penyakit jantung koroner dikarenakan senyawa flavonoid dapat menghambat aktivitas enzim lipase. Lipoprotein lipase (LPL) merupakan protein multifungsional yang berperan penting dalam metabolisme dan transport lipid. Penelitian tentang enzim yang terkandung di dalam plasma darah merupakan hal yang penting dalam biokimia klinik untuk mengawasi proses metabolisme yang normal dan mendeteksi tingkat abnormalitas dari enzim yang diproduksi oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil lipid, aktivitas enzim LPL serum mencit, dan korelasi antara keduanya pada uji anti-hiperlipidemia ekstrak parijoto (M. speciosa) yang kaya akan antosianin. Penelitian ini diharapkan dapat mengungkap efek anti-hiperlipidemia dari ekstrak buah parijoto (M. speciosa) secara fisiologis dan enzimatis. Penelitian dilakukan dengan rancangan post-test randomized control group. Mencit dibuat hiperlipidemia dengan diberikan campuran minyak jelantah dan kuning telur itik (1:2) secara oral sebanyak 1% dari berat badan (BB) mencit selama 30 hari. Setelah hiperlipidemia tercapai, mencit dikelompokkan menjadi 4 yaitu: kelompok mencit normal, mencit hiperlipidemia, mencit hiperlipidemia dan diberi ekstrak buah parijoto 500 mg/kg BB, serta mencit hiperlipidemia dan diberi ekstrak buah parijoto 1000 mg/kg BB. Pengambilan darah dilakukan setelah perlakuan dengan ekstrak metanol buah parijoto (M. speciosa) selama 30 hari. Data profil lipid dan aktivitas enzim LPL yang diperoleh dianalisa statistik menggunakan uji ANOVA kemudian dilanjutkan Tukey test pada taraf signifikansi 95%. Kata kunci : Enzim, hiperlipidemia, lipoprotein lipase, parijoto