2018 : Praktek Perencanaan Transportasi di Indonesia

Ir. Sardjito MT
Siti Nurlaela ST., M.Com., Ph.D
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni ST., MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Praktek perencanaan transportasi secara umum mengikuti tahapan dan prosedur empat tahap atau four step process. Untuk mengarahkan proses perencanaan yang benar dan procedural, pemahaman terhadap tahapan-tahapan four step process, asumsi yang digunakan dalam perencanaan, serta teknik-teknik perencanaan sangat penting untuk dikuasai dan dipraktekkan dalam konteks perencanaan Transportasi di Indonesia. Four step process terdiri dari perencanaan bangkitan dan tarikan pergerakan (trip generation), perencanaan distribusi pergerakan (trip distribution), perencanaan pemilihan moda (mode choice) dan perencanaan pemilihan rute (trip assignment). Praktek perencanaan Transportasi diawali dengan memahami proses perencanaan itu sendiri. Hal ini meliputi kegiatan fase pra-perencanaan, yaitu (1) pemahaman terhadap konteks perencanaan, permasalahan perencanaan, dan area perencanaan; (2) perumusan tujuan dan sasaran perencanaan; (3) desain wilayah perencanaan dalam bentuk peta zona atau peta network; (4). design survey; (5) pengumpulan data atau survey. Fase kedua adalah fase analisa, yang terdiri dari (1) analisa kependudukan; (2) analisa penggunaan lahan; (3) analisa sistem network termasuk perhitungan travel time dan travel distance antarzona perencanaan; (4) analisa sistem pergerakan yaitu pola pergerakan Transportasi yang ada saat ini. Tahap ketiga adalah tahap perencanaan yang terdiri dari (1) penetapan asumsi-asumsi perencanaan; (2) trip generation; (2) trip distribution; (3) modal choice; (4) trip assignment; (5) alternative perencanaan dan scenario perencanaan. Praktek perencanaan Transportasi di Indonesia perlu juga disesuaikan dengan berbagai kebijakan dan regulasi transportasi yang berlaku di Indonesia. Studi kasus akan disertakan dalam penelitian ini dengan contoh-contoh yang menekankan pada praktek perencanaan Transportasi di Indonesia dengan tambahan analisis untuk membandingkannya dengan praktek perencanaan yang dilakukan di Negara lain.