2020 : Metode Berkelanjutan untuk Menghasilkan Biodiesel dari Minyak Berkualitas Rendah Dibantu oleh Pencampuran Geser Tinggi

Dr.techn Endry Nugroho Prasetyo S.Si., MT.
Siti Zullaikah ST.,MT.,Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Biodiesel (BD), didefinisikan sebagai ester mono-alkil dari asam lemak rantai panjang yang berasal dari minyak nabati atau lemak hewani, adalah alternatif bahan bakar terbarukan dan ramah lingkungan yang menarik dibandingkan bahan bakar diesel dari minyak bumi. BD pada umumnya diproduksi melalui reaksi transesterifikasi antara minyak dan methanol/ethanol dengan bantuan katalis basa. Namun biaya produksi BD cukup tinggi dan kurang efisien karena mahalnya harga bahan baku BD, proses yang lama dan kurang ramah lingkungan. Sehingga penelitian yang diusulkan adalah produksi BD (fatty acid ethyl esters, FAEE) dari minyak dedak padi mentah (crude rice bran oil, CRBO) pada kondisi reaksi ringan (P = 1 atm dan T = 29 oC, suhu ruang) dibantu dengan pencampuran geser tinggi. Pemanfaatan CRBO akan menurunkan biaya produksi karena murah, tidak bersaing dengan bahan pangan, dan ketersediannya melimpah mengingat Indonesia adalah Negara penghasil padi no 3 di dunia setelah China dan India. Namun CRBO umumnya mengandung asam lemak bebas (free fatty acids, FFA) yang tinggi (> 60%) sehingga proses konversi CRBO menjadi BD harus menggunakan katalis asam. Proses konversi minyak menjadi BD menggunakan katalis asam memerlukan waktu yang lama, jumlah ethanol dan katalis yang berlebih, dan reaksi dilakukan pada suhu tinggi. Sehingga metode yang diusulkan diharapkan lebih efisien karena membutuhkan waktu reaksi yang lebih singkat, kebutuhan ethanol dan katalis asam yang lebih sedikit karena terbentuknya emulsi antara CRBO dan ethanol sehingga menghasilkan FAEE dengan yield dan kemurnian yang lebih baik. Proses yang lebih efisien akan berkorelasi dengan menurunnya total biaya produksi. Dalam penelitian yang diusulkan akan dipelajari pengaruh konsentrasi katalis asam (0,25; 0,5; 1; 2; dan 5% w/w, berat H2SO4/berat CRBO), waktu reaksi (2; 4; 6; 8; dan 10 menit), dispersion speed (2000; 4000; 6000; 8000; dan 10000 rpm), dan molar ratio antara ethanol dan CRBO (3; 6; 12; 24; dan 40 ) terhadap yield, kemurnian BD dan komposisi produk yang dihasilkan. Luaran yang ditargetkan adalah publikasi (submitted) di jurnal Renewable Energy (IF = 4.825).