2019 : Aplikasi Senyawa Metabolit Sekunder Terpilih Sebagai NPA Pada Mekanisme Anti - Fouling Substitusi TBT Pada Plat Baja Kapal

Aunurohim S.Si.,DEA.
Farid Kamal Muzaki S.Si, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Biofouling telah menjadi permasalahan besar bagi pelaku industri maritim. Dampak merugikan dan kerusakan pada struktur bangunan laut, termasuk kapal, memberikan cost tinggi untuk biaya pemeliharaan. Dampak lanjutan dari biofouling adalah biokorosif, yang jelas akan membahayakan keselamatan manusia. Penggunaan TBT (Tri Butyltin) sebagai salah satu pelapis cat anti biofouling memang meminimasi terjadinya hal tersebut. Namun, dampak lingkungan yang ditimbulkan justru tidak terbayangkan, salah satu diantaranya adalah terjadinya IMPOSEX pada jenis Moluska tertentu (Perez, et al. 2009). Kondisi ini mengarahkan pada kepunahan jenis karena konsep imposex adalah kecenderungan perkembangan gonad ke jenis kelamin tertentu, bisa jantan atau betina saja. Kondisi ini kedepannya akan menyebabkan kepunahan secara ekologi, karena tidak akan terjadi reproduksi seksual. Dampak lanjutannya adalah hilangnya salah satu struktur trophic dalam ekosistem laut dan berimbas pada kestabilan struktur komunitas pada ekosistem laut. Penggunaan senyawa dari bahan alami telah mulai diperkenalkan untuk mengganti senyawa sintetis semacam TBT. Masalahnya, senyawa bahan alami tersebut berasal dari tumbuhan ataupun hewan yang mempunyai peran penting dalam ekosistem, seperti Rumput Laut dan Terumbu Karang (Majik, et al., 2014) dan Sponge (Majik, et al., 2014 ; Dobretsov, et al., 2015). Oleh karena itu, diperlukan penggunaan senyawa dari bahan alami (Natural Product Agent ; NPA) yang bersifat secondary option, yaitu material seperti kulit durian (Durio durio) (Prabowo, 2009), daun tembakau (Nicotiana tabacum) (Indra dan Aunurohim, 2012) sisa potongan produksi pabrik rokok, dan kulit batang mangrove Rhizophora mucronata (Idora, et al., 2015). Intinya adalah bahan alami tersebut mempunyai senyawa kimia yang mempunyai mekanisme yang mirip dengan TBT sebagai antibiofouling. Penelitian ini bersifat multiyears, dimana pada tahun pertama (2016), ketiga material bahan alami tersebut diujicobakan dengan menggunakan material plat baja ASTM 36 ukuran 10 x 10 cm. Untuk mengetahui kemampuan awal dari ketiga bahan alami tersebut maka dilakukan uji trial error di lapangan, termasuk juga mengetahui jenis dan karakteristik model biofouling yang terjadi dan juga kajian zat antibiofouling pada masing-masing bahan alami tersebut. Uji di tahun pertama difokuskan pada terbentuknya microfouling sebagai trigger atau pemicu penempelan dengan identifikasi biofilm yang dibentuk oleh bakteri di laut. hasil dari penelitian tahun pertama terpublikasikan dalam International Proceeding SCOPUS Index yaitu AIP proceeding (https://aip.scitation.org/doi/10.1063/1.4985396). Tahun kedua (2017), dengan berbekal uji trial error tersebut, dilakukan evaluasi hasil tahun pertama, dan diujicobakan di lapangan dengan menggunakan kulit durian yang sudah diketahui beberapa kandungan senyawa metabolitnya sebagai anti-macrofouling dengan menggunakan TBT 15% sebagai kontrol positifnya. Hasilnya terpublikasi melalui IOP Proceeding terindeks SCOPUS pada tahun 2018 (https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/197/1/012010). Dan salah satu rekomendasi yang dianjurkan oleh reviewer internal ITS dan reviewer eksternal yaitu Prof. Kim Seung Woon (Korea University), adalah melakukan uji ulang dengan menggunakan senyawa metabolit sekunder yang sudah dideteksi atau terpilih dari kulit durian (Durio zibethinus) karena mempunyai potential agent sebagai antibakteri dan juga antifouling yaitu Tannin dan Terpenoid. Tahun ketiga (2019) ini, mulai dilakukan uji ulang skala lapangan dengan menggunakan senyawa metabolit sekunder dalam bentuk powder pure yaitu Tannin dan Terpenoid, dengan harapan bahwa uji ulang ini akan memberikan penguatan atau bukti bahwa senyawa metabolit tersebut memang berpotensi untuk menggantikan TBT sebagai NPA anti-fouling yang ramah lingkungan. Publikasi yang berhasil diterbitkan terkait dengan penelitian tahun sebelumnya yaitu: Aunurohim, Ahmada Dian Nurilma, Nengah Dwianita Kuswytasari. 2017. Potency of nicotiana tabacum as anti-microfouling. AIP conference proceeding 1854 (020005) 1-8. SCOPUS indexed. Aunurohim, Wim Andreas Kurniawan, Ahmada Dian Nurilma, Iska Desmawati, Maskuri Albab. 2018. Field optimation of Durio zibethinus as Macro-Antifouling at PT Dok and Shipping, Surabaya, Indonesia. IOP Proceeding Conference Series: Earth and Environmental Science, Volume 197 (1) 1-11. SCOPUS indexed.