2019 : Analisa Sifat Mekanis pada Proses Reparasi Kapal dengan Variasi Jenis, Lokasi Kerusakan Kapal Ikan Berbahan FRP (Fiberglass Reinforced Plastic)

Mohammad Sholikhan Arif S.T., M.T.

Year

2019

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Ketersediaan kayu di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan kapal semakin sulit diperoleh karena persediaan kayu semakin menyusut setiap tahunnya. Dengan kondisi seperti ini maka harga kayu akan semakin mahal sehingga menyebabkan biaya produksi pembangunan kapal dengan material kayu semakin meningkat. Hal ini berarti semakin tinggi biaya eksploitasi dan biaya perawatan kapal. Dengan demikian pemeliharaan atau perawatan kapal ikan dari bahan kayu merupakan salah satu permasalahan yang sering kali dialami dalam rangka kegiatan nelayan tradisional. Perawatan badan kapal kayu dilakukan setiap 6 bulan sekali, lebih sering dilakukan dibanding kapal fiberglass yakni 1,5 tahun sekali. Melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), pada tahun 2017 KKP telah menyiapkan Rp 467 milyar untuk membangun 1.068 unit kapal perikanan dengan beragam ukuran. Rencananya, kapal yang akan dibangun berukuran di bawah 5 GT sebanyak 449 unit, kapal 5 GT 498 unit, kapal berbobot 10 GT 92 unit, kapal dengan berat 20 GT sebanyak 3 unit, 20 unit kapal ukuran 30 GT. Kerusakan pada kapal fiber umumnya berupa retakan serta robek atu pecah pada lambung kapal. Retakan dapat direparasi dengan menggunakan gelcoat. Sebaliknya, kerusakan berupa robek pada lambung kapal harus direparasi dengan menggunakan metode lay-up. Oleh karena itu perlu dilakukan sebuah analisa untuk membantu mengetahui kerusakan yang terjadi pada kapal ikan fiberglass berdasarkan jenis, lokasi kerusakan kapal dan bagaimana cara mekanisme perbaikan kapal yang dilakukan. Analisa teknis pada penelitian ini adalah menggunakan uji tarik dan uji bending untuk mengetahui nilai tensile strength, modulus of tensile elasticity, bending strength dan modulus of bending elasticity seletah dilakukannya proses reparasi sesuai dengan Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia.