2018 : Penilaian Tingkat Kematangan Keselamatan (Safety Maturity Level) pada Proyek Konstruksi

Ratna Sari Dewi S.T, M.T
Adithya Sudiarno ST., MT.
Anny Maryani ST., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kecelakaan kerja konstruksi menempati urutan pertama sebesar 32% berdasarkan data Jamsostek 2010. Hal ini terjadi dikarenakan karakteristik proyek konstruksi yang melibatkan peralatan konstruksi, pekerja konstruksi, metode kerja konstruksi dan pekerjaan di lapangan terbuka. Kecelakaan kerja sendiri disebabkan karena adanya unsafe action (tindakan tidak aman) dan unsafe condition (kondisi tidak aman). Jenis pekerja yang ada di proyek konstruksi adalah pekerja tetap dan pekerja tidak tetap (subkontraktor). Wadick, 2010 menyatakan bahwa pekerja subkontraktor memberikan kontribusi cukup besar pada kecelakaan kerja konstruksi. Berkaitan kondisi yang telah diuraikan di atas, maka perlu untuk dilakukan pengukuran tingkat kematangan keselamatan (safety maturity level) pada proyek konstruksi. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dirancang alat ukur tingkat kematangan keselamatan (safety maturity level) dengan memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi, misalnya kepemimpinan, komitmen dan kebijakan, tanggung jawab, keterikatan, komunikasi, kesadaran dll. Setelah didapatkan rancangan alat ukur tersebut, selanjutnya dilakukan penilaian terhadap tingkat kematangan keselamatan (safety maturity level) suatu proyek konstruksi. Proses validasi alat ukur dilakukan dengan simulasi sistem dinamis. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa alat ukur akan bisa digunakan pada proyek konstruksi lainnya.