2019 : Studi Pembangkitan Energi Melalui Pengolahan Sampah Kota (MSW) dengan Proses Hydrothermal Carbonization (HTC) dan Gasifikasi

Dr. Ridho Hantoro S.T., M.T.
Erna Septyaningrum ST., MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sampah perkotaan atau Municipal Solid Waste (MSW) adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari masyarakat yang berupa padatan. Indonesia menjadi negara berkembang di Asia dengan peringkat pertama sebagai penghasil MSW terbanyak. Berdasarkan data yang dicatat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017, volume MSW di Indonesia sepanjang 2017 tercatat sebesar 65,8 juta ton. Pengelolaan MSW yang kurang tepat akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat. Di sisi lain, potensi energi sampah (MSW) yang dimiliki Indonesia dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Teknologi pengelolaan sampah yang saat ini umum digunakan adalah insenerasi atau pembakaran, dimana justru menyebabkan pencemaran lingkungan karena zat-zat yang berbahaya dilepas ke udara selama proses. Hydrotermal Carbonization (HTC) muncul sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah kota yang lebih ramah lingkungan. HTC dapat memproses sampah dengan kadar air yang masih cukup tinggi (sampah yang tidak terlalu kering), sehingga dapat menghemat waktu dan biaya untuk proses pengeringan. Selain itu, sampah yang diolah dengan menggunakan teknik ini tidak perlu dipilah-pilah jenisnya. Semua sampah dapat diolah dengan teknik ini kecuali logam dan bahan beracun. Teknik ini dilakukan dengan memasukkan sampah ke dalam reaktor yang disuplay dengan subcritical steam. HTC menghasilkan hydrochar yang kemudian diproses menjadi briket untuk meningkatkan densitasnya. Briket hydrochar ini digunakan sebagai bahan bakar (feed) untuk proses gasifikasi sehingga menghasilkan syngas. Syngas akan diumpankan ke turbin gas sehingga dapat menghasilkan listrik. Parameter proses yang digunakan dalam sistem HTC harus disesuaikan dengan karakteristik MSW di Indonesia, sehingga sangat penting untuk meneliti parameter-parameter proses HTC yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan simulasi. Eksperimetal dilakukan dengan melakukan uji laboratorium untuk menentukan nilai ultimat dan proksimat bahan sampel MSW yang digunakan. Nilai ini merupakan salah satu parameter yang harus dimasukkan pada tahap simulasi. Tahap simulasi bertujuan untuk merancang PLTSa (sistem HTC, proses briquetting dan gasifikasi) yang sesuai. Luaran dari penelitian ini adalah desain dan paremeter proses sistem pengolahan sampah dengan sistem HTC, satu makalah dalam seminar international dan satu jurnal international terindeks. Kata Kunci : Gasifikasi, HTC, MSW, PLTSa