2018 : Kontrol Charging dengan Fitur Warning System Penggunaan Baterai pada Konversi berbasis Solar Cell

Slamet Budiprayitno ST, MT.
Ede Mehta Wardhana S.T., M.T
Mariyanto S.Si., M.T
Lucky Putri Rahayu S.Si., M.Si.
Ervin Nurhayati S.T.,M.T.,Ph.D
Murry Raditya S.T., M.T.
Sefi Novendra Patrialova S.Si., M.T
Maratus Sholihah S.T., M.T
Muhammad Attamimi B.Eng.,M.Eng.,Ph.D
Iftita Rahmatika S.T., M.Eng
Okta Putra Setio Ardianto S.T.,M.T
Ardi Nugroho Yulianto S.T.,M.T
Gita Marina Ahadyanti S.T., M.T
Adhi Iswantoro S.T.,M.T
Fadilla Indrayuni Prastyasari S.T., M.Sc
BANU PRASETYO S.FIL.,M.FIL
Danu Utama S.T.,M.T
M. Haris Miftakhul Fajar S.T., M.Eng.
Muhammad Luthfi Shahab S.Si.,M.Si


Abstract

Pada penelitian ini akan dibuat control charging yang dapat mengontrol pengisian baterai pada sistem konversi energi berbasis sollarcell. Penggunaan kontrol charging konvensional sudah tidak efektif, karena hanya dapat digunakan untuk pengisian baterai dengan tegangan yang besar. Apalagi disaat banyaknya solar panel yang ada di masyarakat masih terdapat permasalahan didalamnya yaitu dari sisi kontrol charging yang digunakan. Saat ini kontrol charging yang ada di masyarakat masih memiliki kekurangan baik dari segi harga yang sangat mahal maupun dari sisi kekuatan atau daya tahan dari alat ini. Oleh karena itu penulis memberikan sebuah solusi dengan membuat kontrol charging yang dapat tahan lama serta menggunakan bahan yang sangat murah. Solar cell merupakan sebuah solusi energi terbarukan yang dimana alat ini dapat mengubah intensitas cahaya menjadi energi listrik. Solar panel adalah konversi cahaya sinar matahari menjadi listrik, baik secara langsung dengan menggunakan photovoltaic, atau tidak langsung dengan menggunakan tenaga surya terkonsentrasi sehingga menghasilkan tenaga listrik untuk masyarakat . Penulis membuat kontrol charging dengan menggunakan prinsip kerja dari buck-boost converter yang dimana komponen ini digunakan untuk menurunkan atau menaikan tegangan yang dihasilkan oleh solar panel. Selain itu alat ini menggunakan prinsip dari PWM untuk mengatur duty cycle yang akan muncul. Alat ini tentu akan memerlukan proses switching yang akan mengatur perpindahan aliran listrik ketika kapasitas battery sudah penuh. Sehingga alat ini akan otomatis memutus rangkaian charging untuk menjaga keamanan dan daya tahan dari baterai. Pengujian alat pada penelitian ini dilakukan di Sumba, NTT. Pemilihan tempat uji didasarkan pada rasio elektrifikasi terendah kedua di Indonesia yaitu pada daerah NTT. Disisi lain, Sumba juga memiliki potensi wisata yang sangat dapat dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata potensial di Indonesia. Sehingga diharapkan dengan adanya penelitian ini, dapat ikut serta mengembangkan potensi daerah tertinggal, terutama dibidang bidang kelistrikan dan berimplikasi dapat meningkatkan pendapatan negara serta rasio elektrifikasi Indonesia. Kata Kunci : Kontrol charging; Sollarcell (PV); Buck-boost converter