2018 : Alternatif Anoda Karbon Pada Baterai Berbasis Grafit dan Grafen dari Tempurung Kelapa

Prof.Dr.Ir. Heru Setyawan M.Eng.
Dr.Eng Widiyastuti ST., MT.
Ni Made Intan Putri Suari S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Ketersediaan tempurung kelapa di Indonesia sangat melimpah dimana tumbuhan kelapa tumbuh subur di daerah pesisir pantai. Luas areal tanaman kelapa pada tahun 2000 mencapai 3 juta hektar dengan total produksi mencapai 18,3 juta ton. Pemanfaatan buah kelapa umumnya hanya daging buahnya saja diolah menjadi kopra, minyak, dan santan. Sebagai limbah pertanian, tempurung kelapa biasa dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk penggunaan lokal berwujud arang. Di lain sisi, energi listrik merupakan energi yang banyak dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Energi listrik bisa dihasilkan dari berbagai sumber energi, seperti air, minyak bumi, batubara, angin, matahari, dan lainnya. Penggunaan energi listrik pada barang elektronik tidak lepas dari peran piranti penyimpanan energi listrik, seperti pada laptop, handphone, dan gadget lainnya. Piranti penyimpanan energi listrik yang paling baik ialah superkapasitor, dimana memiliki tahanan dalam yang kecil serta dapat digunakan berulang kali dengan penurunan performa yang sangat kecil. Anoda pada baterai yang baik tersusun atas material elektroda yang baik. Salah satu yang paling sering digunakan ialah karbon, dalam wujud alotropnya grafit dan grafene, karena luas permukaannya yang tinggi, persebaran ukuran pori yang baik, serta kondutivitas listrik yang baik menjadikannya sebagai pilihan utama. Arang tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon dalam pembentukan grafit dan grafene sebagai bahan dasar anoda pada baterai.