2018 : PEMETAAN AKUIFER BAWAH TANAH SEBAGAI DATA DASAR PEMBERDAYAAN POTENSI AIR TANAH DI WILAYAH DESA CURAH COTTOK DAN SEKITARNYA, KEC. KEPONGAN, KAB. SITUBONDO

Anik Hilyah S.Si, M.T
Moh. Singgih Purwanto S.Si., M.T.
Firman Syaifuddin S.Si., M.T.
Juan Pandu Gya Nur Rochman S.Si., M.T.
Ede Mehta Wardhana S.T., M.T
Lucky Putri Rahayu S.Si., M.Si.
Murry Raditya S.T., M.T.
Sefi Novendra Patrialova S.Si., M.T
Maratus Sholihah S.T., M.T
Gita Marina Ahadyanti S.T., M.T
Fadilla Indrayuni Prastyasari S.T., M.Sc
BANU PRASETYO S.FIL.,M.FIL
Danu Utama S.T.,M.T
M. Haris Miftakhul Fajar S.T., M.Eng.
Muhammad Luthfi Shahab S.Si.,M.Si


Abstract

Kabupaten Situbondo adalah salah satu kabupaten penyumbang angka kemiskinan terbesar provinsi Jawa Timur. Untuk penanggulangan secara berkelanjutan, langkah strategis yang diusulkan adalah: membuat kebijakan pangan terpadu dengan merangkul organisasi pendukung teknologi pengembangan pangan lokal melalui peningkatan SDM yang mendukung aplikasi teknologi pengolahan pangan lokal (Lia R., 2014).Desa Currah Cottok diambil sebagai desa percontohan untuk penanggulangan kemiskinan jangka panjang berbasis pengembangan potensi ekonomi lokal. Menindak lanjuti hasil penelitian tersebut, dan berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilakukan serta hasil diskusi intensif dengan Lurah Desa Curah Cottok beserta perangkat desanya, diperlukan data dasar potensi air tanah di sekitar wilayah desa, sebagai langkah awal untuk pengembangan kapasitas keekonomianlocal berbasis pertanian dan perkebunan. Metodologi yang dilakukan adalah pemetaan geomorfologi dan potensi air (water resources: surface dan sub-surface) untuk mengenali catchment area utama di wilayah tersebut. Penelitian karakteristik batuan penutup wilayah juga dilaklukan untuk mengenali faktor kendali intrusi air hujan yang melimpas. Hasil penelitian akan menunjang upaya konservasi air tanah, pengembangan metodologi dan teknik pemanenan air hujan (rain fall water harvesting) untuk pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan. Sumber daya air berkelanjutan berperan penting untuk menunjang potensi pangan lokal (geo-agrikultur). Langkah penelitian lanjutannya adalah perencanaan wilayah desa guna penataan wilayah budidaya yang mendukung peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat lokal serta mengembangkan aksesibilitas terhadap pasar (geoposisi). Penataan wilayah akan dilakukan melalui kebijakan pemerintah lokal.Kegiatan ini juga untuk merangsang socio-technopreneur awareness pada masyarakat terhadap potensi sumber daya air dalam pengembangan kapasitas ekonomi lokal. Kegiatan ini akan dilakukan bersama para mahasiswa untuk menunjang tugas akhir mereka. Dengan demikian, penelitian ini berperan penting dalam menunjuang kegiatan pembelajaran dalam kelas maupun luar kelas.