2017 : Pembuatan Microcrystalline Cellulose (MCC) dari Serbuk Gergaji Kayu Sengon Melalui Proses Delignification-Assisted Ultrasound dan Proses Hidrotermal

Dr. Ir. Sumarno M.Eng.
Prida Novarita Trisanti S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Serbuk gergaji kayu Sengon (Albizia chinensis) merupakan limbah kayu yang banyak dihasilkan oleh limbah industri meubel. Pemanfaatan limbah tersebut masih belum banyak dilakukan. Padahal serbuk gergaji kayu sengon tersebut memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi (49,40%). Dengan kandungan selulosa yang tinggi, maka serbuk tersebut dapat dimanfaatkan menjadi microcrystalline cellulose (MCC) yang memiliki nilai jual yang tinggi. Pada umumnya, pembuatan MCC dari kayu dapat dilakukan melalui dua tahapan, yaitu proses delignifikasi dan proses hidrolisis. Untuk penelitian ini, proses delignifikasi dilakukan menggunakan metode delignification-assisted ultrasound dan proses hidrolisa menggunakan metode hidrotermal. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh kondisi operasi (temperatur, tekanan dan waktu) baik untuk proses delignifikasi dan proses hidrotermal terhadap produk MCC yang dihasilkan. Proses delignifikasi dilakukan dengan mencampurkan serbuk kayu sengon dengan 0,25 M larutan NaOH (1/30 (w/v)). Kemudian campuran tersebut disonikasi pada suhu 60O pada berbagai waktu sonikasi. Produk selulosa yang dihasilkan dari proses delignifikasi kemudian dihidrolisa untuk menghasilkan MCC. Pada proses hidrotermal, produk delignifikasi dicampur dengan aquades (1/10 (w/v)). Kemudian diproses hidrotermal pada tekanan 80 bar, 120 C dan berbagai waktu hidrotermal. Hasil dari proses hidrotermal, dilakukan analisa berupa SEM (Scanning Electron Microscopy), XRD (X-Ray Diffraction), DSC (Differential Scanning Calorimetry) dan juga analisa Chesson untuk mengetahui karakteristik dari MCC yang dihasilkan.