2017 : Penilaian Kerentanan Tanah di Kota Surabaya\nmelalui Analisa Deformasi Permukaan\nmenggunakan Metode Geodetik Terintegrasi

Khomsin ST., MT
Ira Mutiara Anjasmara ST, M.Phil, Ph.D
Mokhamad Nur Cahyadi ST.,M.Sc.,Ph.D
Meiriska Yusfania S.T., M.T.


Abstract

Surabaya merupakan kota terpadat kedua di Indonesia yang memiliki tingkat\npertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur yang sangat pesat. Wilayah kota\nSurabaya yang memiliki luas ±333.063 ha berpenduduk 3.006.789 jiwa dan jumlah\ntersebut meningkat setiap tahun mengakibatkan semakin banyaknya infrastruktur yang\ndibangun seperti apartemen, condominium, mall, dan bangunan lain yang menunjang\nfasilitas penduduk Surabaya. Hal ini menyebabkan terjadi pertambahan beban pada\npermukaan tanah di Surabaya, terutama di wilayah-wilayah yang terus mengalami\nperkembangan infrastruktur. Selain itu jumlah penduduk yang tinggi dan berkembangan\npusat-pusat industri menyebabkan konsumsi pemanfaatan air tanah meningkat sehingga\nmengurangi cadangan air tanah. Posisi kota Surabaya yang berada di pesisir juga\nmembuatnya rentan terhadap intrusi air laut. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan\ndeformasi permukaan terutama yang berupa land subsidence (penurunan muka tanah).\nPercepatan penurunan muka tanah tersebut juga dipengaruhi oleh faktor geologi Surabaya\nyang sebagian besar berupa endapan alluvial.\nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan sebaran deformasi permukaan\nyang terjadi di kota Surabaya secara lebih detail melalui densifikasi pengukuran dan\npengamatan yang bersifat geodetik. Untuk mendapatkan data dan hasil yang komprehensif\nmaka akan digunakan tiga metode pemantauan yang saling terintegrasi, yaitu survei Global\nNavigation Satellite System (GNSS), survei gayaberat, dan penggunaan data citra Synthetic\nArperture Radar (SAR) multi temporal yang diolah mengunakan metode Persistent\nScaterer Interferometry SAR (PSInSAR).\nKarena sifat pengamatan deformasi yang perlu dilakukan secara berkala, maka\npenelitian ini juga akan dilakukan secara multi-years untuk mendapatkan nilai deformasi\npermukaan dan kecepatan perubahannya yang akurat. Pada tahun pertama akan dilakukan\nanalisa deformasi menggunakan data SAR tahun 2015-2017 dan survei GNSS sebanyak 2\nkala. Pada tahun kedua akan dilakukan survei GPS sebanyak dua kala, survei gayaberat\nuntuk merapatkan titik-titik gayaberat yang sudah ada, dan analisa deformasi\nmenggunakan data SAR 2017-2018. Survei GNSS dan survei perapatan data gayaberat\nakan dilakukan kembali di tahun ketiga sehingga pada akhir periode penelitian ini bisa\ndidapatkan laju perubahan deformasi yang akurat baik dari data SAR dan GPS serta nilai\nanomali gayaberat yang dapat menggambarkan distribusi massa (air dan tanah) secara\ndetail di wilayah Surabaya.\nHasil penelitian ini selanjutnya akan digunakan untuk melakukan penilaian\nkerentanan tanah yang terjadi di Kota Surabaya melalui analisa terhadap pola dan sebaran\ndeformasi permukaan yang terjadi. Lebih dari itu, dapat dilakukan zonasi wilayah yang\nrentan terhadap penurunan muka tanah apabila mengalami beban pembangunan yang\nberlebih dan wilayah yang berpotensi genangan pada saat musim hujan. Data gayaberat\nyang lengkap kemudian dapat digunakan untuk melakukan pemodelan geoid lokal untuk\nwilayah Surabaya yang juga sangat bermanfaat untuk pemodelan banjir atau wilayah yang\nberpotensi genangan pada saat musim hujan.