2017 : Perubahan Emisi Karbondioksida Setelah Pemindahan Kendaraan Pribadi Ke Kendaraan Umum Konvensional, Berbasis Online, Serta Monorel-Trem Di Kota Surabaya

Dr. Abdu Fadli Assomadi S.Si., MT.
Arie Dipareza Syafei ST., MEPM

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pencemaran udara semakin memburuk di berbagai daerah, utamanya perkotaan, terlebih di Kota Surabaya. Di Surabaya transportasi merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi pencemar dan gas rumah kaca karbondioksida di udara. Bertambahnya penggunaan kendaraan pribadi menyebabkan bertambahnya volume kendaraan di jalan serta pencemaran udara yang terjadi. Oleh karena itu, penggunaan kendaraan pribadi perlu dibatasi untuk membantu mengurangi emisi gas buang yang akan menyebabkan pemanasan global. Pemindahan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke transportasi umum (konvensional: bus; angkot; taksi, berbasis online: gojek, grab dan uber, monorel-trem) secara langsung dapat membantu mengurangi emisi karbondioksida (CO2) di udara. \n\nPersentase minat warga yang ingin berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, dapat secara langsung membantu mengetahui potensi reduksi karbondioksida yang terjadi setelah pemindahan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Namun demikian, belum ada penelitian yang dilakukan untuk mengetahui potensi perpindahan moda transportasi dari pribadi ke umum. Penelitian ini melakukan analisis jika pengguna kendaraan bersedia berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, faktor-faktor apa sajakah yang menentukan. Faktor ini akan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan terkait kendaraan umum, terlebih lagi Pemkot Surabaya sudah memiliki grand-design monorel-trem beserta feeder dan trunk-nya.\n\nData yang dikumpulkan berupa persentase minat warga yang ingin melakukan pemindahan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum dan faktor yang mempengaruhi pemindahan tersebut. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung potensi reduksi emisi karbondioksida sebelum dan setelah pemindahan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Data dikumpulkan melalui survei dengan menyebar kuesioner kepada masyarakat di Kota Surabaya. Sampel diambil dengan metode random sampling di beberapa titik. Kemudian data hasil kuesioner dihitung dan diolah dengan menggunakan perangkat lunak statistik untuk menentukan model dan pengujian data. Penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tersebut dianalisis dengan metode statistik multinomial logit model. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi stakeholder di seluruh daerah, pada umumnya, dan masukan bagi Pemerintah Kota Surabaya, pada khususnya, untuk mendesain transportasi umum yang menarik minat pengguna kendaraan pribadi. \n