2018 : Kajian Peningkatan Performa Kapal Angkut Ikan Dari Segi Kebocoran

Ir. Wasis Dwi Aryawan M.Sc. Ph.D
Hasanudin S.T., M.T.
Ede Mehta Wardhana S.T., M.T
Mariyanto S.Si., M.T
Lucky Putri Rahayu S.Si., M.Si.
Ervin Nurhayati S.T.,M.T.,Ph.D
Murry Raditya S.T., M.T.
Sefi Novendra Patrialova S.Si., M.T
Maratus Sholihah S.T., M.T
Muhammad Attamimi B.Eng.,M.Eng.,Ph.D
Iftita Rahmatika S.T., M.Eng
Okta Putra Setio Ardianto S.T.,M.T
Adhi Iswantoro S.T.,M.T
Fadilla Indrayuni Prastyasari S.T., M.Sc
BANU PRASETYO S.FIL.,M.FIL
Danu Utama S.T.,M.T
M. Haris Miftakhul Fajar S.T., M.Eng.
Muhammad Luthfi Shahab S.Si.,M.Si


Abstract

Kebocoran merupakan sutau peristiwa yang sangat mungkin terjadi pada kapal, baik karena pengaruh kondisi lambung kapal itu sendiri atau pun karena faktor luar (misalnya karena tabrakan). Sehingga kapal harus didesain dengan kemampuan untuk tetap bisa bertahan dalam kondisi bocor. Penentukan jumlah dan jarak peletakan sekat pada ruang muat tidak menjamin 100% kapal dapat bertahan ketika mengalami kebocoran. da penelitian ini akan dilakukan kajian tentang kebocoran pada kapal angkut ikan beku. Pada bagian ruang muat Kapal Ikan Beku dilapisi dengan foam untuk menjaga suhu ikan selama di dalam ruang muat. Fungsi utama dari foam ini adalah untuk menjaga temperature ikan selama di dalam ruang muat. Namun sebenaarya selain memiliki fungsi tersebut foam juga dapat difungsikan sebagai sistem kekedapan tambahan pada lambung kapal. Hasil penelitian ini untuk selanjutnya dapat direalisaikan untuk kapal-kapal angkut ikan beku atau pun kapal-kapal dengan sistem pendingin dibagian ruang muatnya. Kata Kunci : Kebocoran, Foam, Kapal Ikan Beku