2020 : PENGEMBANGAN SENSOR KEPEDASAN BERBASIS MATERIAL KARBON

Dr. Hendro Juwono M.Si.
Dra. Harmami M.Si.
Prof.Dr.rer.nat. Fredy Kurniawan S.Si., M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Cabai (Capsicum annuum spp.), merupakan salah satu jenis buah komersial yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan telah dibudidayakan sejak lama di Indonesia. Harga cabai di pasaran yang sangat fluktuatif, seringkali mempengaruhi minat petani untuk membudidayakannya. Naik turunnya harga ini sebenarnya dapat disiasati dengan menjual cabai sebagai bahan sediaan farmasi. Namun, untuk tujuan tersebut diperlukan kualitas cabai yang sesuai. Kualitas cabai sering kali ditunjukkan oleh besarnya kandungan kapsaisin. Analisis kapsaisin yang sudah dilakukan pada saat ini adalah menggunakan cara organoleptik dengan merasakan bijinya. Walaupun metode ini cepat dan murah, namun dapat meninggalkan rasa sakit bagi perasa. Hasil analisa ini digolongkan dalam unit Scoville yang digunakan untuk mengukur rasa pedas pada cabai. Scoville Test merupakan tes yang dilakukan melalui pendekatan secara sistematik. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu metode analisa yang cepat dan mudah untuk mendeteksi tingkat kepedasan cabai. Penelitian pendahuluan kami telah berhasil membuat sensor kepedasan yang berbasis elektroda emas termodifikasi poliamida dan emas nanopartikel. Sensor ini mampu menggantikan indra perasa manusia untuk mengukur rasa pedas pada cabai. Namun, pembuatan sensor tersebut masih mengandalkan bahan impor yang saat ini sudah tidak diproduksi lagi yaitu poliamida. Sehingga, pada penelitian ini kami mengajukan pengembangan sensor kepedasan tersebut menggunakan sensor berbasis material karbon. Material karbon dapat digunakan sebagai alternatif karena murah dan mudah diperoleh. Pengembangan sensor kepedasan pada cabai ini diharapkan dapat berperan untuk memberikan informasi kepada petani tentang kualitas cabai yang diinginkan. Dengan demikian petani akan lebih mengerti cabai jenis mana yang lebih sesuai untuk pasar yang diinginkan, sehingga diharapkan dapat menstabilkan harga cabai.