2018 : Pengolahan Limbah Warna secara Biologis Menggunakan Konsorsium Tumbuhan Air dan Bakteri

Herman Pratikno ST.,MT.
Harmin Sulistiyaning Titah ST.,MT.,Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Industri tekstil merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia, baik skala besar, menengah, maupun kecil. Berkembangnya industri tekstil ini menyebabkan limbah tekstil yang dihasilkan pun semakin banyak, salah satunya adalah limbah cair yang mengandung berbagai macam pewarna. Selain mengandung pewarna, limbah tekstil juga memiliki nilai BOD dan COD yang tinggi. Zat warna yang terdapat pada limbah cair tekstil dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Keberadaannya pada badan air dapat menghambat proses fotosintesis, menyebabkan kekeruhan, dan membahayakan makhluk hidup di dalamnya. Beberapa zat warna yang sering dipakai di antaranya adalah Rhodamin B, metilen biru, dan metil violet. Telah dilakukan berbagai macam metode untuk pengolahan limbah tekstil seperti metode secara fisika, kimiawi, dan biologi. Penelitian ini menggunakan metode biologi yang mana dinilai lebih ramah lingkungan, hemat biaya, dan tidak menghasilkan residu setelah proses pengolahannya. Metode biologi dapat dilakukan dengan fitoremediasi menggunakan tanaman, atau menggunakan bakteri untuk melakukan remediasi. Salah satu tanaman yang diketahui dapat melakukan fitoremediasi adalah Eichornia crassipes. Sedangkan beberapa bakteri yang telah diketahui dapat melakukan remediasi adalah Proteus sp., Aeromonas sp., Bacillus sp., Pseudomonas sp., dan Micrococcus sp. Namun, dewasa ini telah dikembangkan juga teknik konsorsium dalam remediasi dimana melibatkan tanaman dan bakteri sehingga dapat meningkatkan efisiensi dalam mengolah limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai efisiensi penyisihan warna rhodamin B, metilen biru, dan metil violet oleh konsorsium tumbuhan air E. crassipes dengan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan bakteri Bacillus subtilis. Dengan kemampuan dari masing-masing tumbuhan maupun bakteri, diharapkan konsorsium ini dapat meningkatkan efisiensi dalam penyisihan warna. Hasil dari penelitian ini berupa nilai efisiensi yang diperoleh melalui konsorsium antara tumbuhan E. crassipes dengan bakteri tunggal P. aeruginosa dan B. subtilis.