2017 : Pemanfaatan Batu Laterit Kalimantan sebagai Filler pada Campuran Ashpalt Concrete Wearing- Course (AC-WC)

Tri Joko Wahyu Adi ST., MT., Ph.D
Istiar S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pada beberapa penelitian-penelitian terdahulu, bahan pengisi atau filler campuran panas aspal beton dilakukan dengan menggunakan material dari abu batu, fly ash, dan lainnya. Pemanfaatan bahan lokal sebagai bahan perkerasan jalan belum optimal digunakan, salah satunya dari Pulau Kalimantan yakni batu Laterit Kalimantan. Batu Laterit Kalimantan adalah tanah yang mengeras menyerupai batu dari hasil pengendapan zat-zat seperti nikel dan besi. Laterit sendiri terbentuk secara alami yang didalamnya banyak terkandung unsur dan zat-zat hara yang membentuk lapisan tanah tersebut mengeras seperti batu. \n\nTujuan dari penelitian ini adalah mencari karakteristik Marshall campuran aspal AC-WC dengan memanfaatkan Batu Laterit Kalimantan sebagai bahan pengisi atau filler pada campuran aspal panas AC-WC. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium. Bahan yang digunakan adalah aspal penetrasi 60/70, agregat kasar dan agregat halus merupakan agregat dari daerah Palu, sebagai filler menggunakan Batu Laterit Kalimantan, Sampel aspal untuk tiap variasi tumbukan 2x50, 2x75, 2x100, 2x150, 2x200, 2x250, 2x300, dan 2x400, dibuat sebanyak 42 buah. Hasil pengujian akan dianalisis dengan Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2010 Devisi 6 Revisi III. \n\nHarapan dari penelitian ini adalah dapat memanfaatkan potensi sumber daya lokal di Kalimantan khususnya Kalimantan Timur sehingga ketergantungan material lain dapat dikurangi pada campuran aspal beton AC-WC.\n