2018 : Hydrogels

Dra. Endang Susilorahayuningtijas,MT.

Year

2018

Published in

IntechOpen

External link

Type

BOOK

Keywords

-


Abstract

Diagnosa konsistensi tumor otak menggunakan MRI sangat membantu dokter dalam menentukan prosedur operasi bedah saraf serta membantu pasien dan rumah sakit dalam menghemat biaya operasi serta mengurangi risiko kematian pasca operasi bedah. Beberapa metode atau teknik dalam MRI yang digunakan antara lain Diffusion Weighted Imaging (DWI), T2-Weighted Imaging (T2WI) dan Magnetic Resonance Elastography (MRE). Hasil pengukuran konsistensi bahan dari metode DWI dan T2WI sangat bervariasi dan menunjukkan hasil yang berbeda untuk metode pengukuran yang sama. Dari metode-metode tersebut, MRE merupakan metode yang lebih valid. Namun demikian, metode ini belum diterapkan di Indonesia karena keterbatasan komponen penunjang. Untuk itu diperlukan metode lain yang dapat digunakan untuk menentukan konsistensi tumor otak secara lebih akurat. Penelitian sebelumnya untuk mengukur konsistensi bahan agar pada beberapa variasi konsentrasi yang telah dilaksanakan oleh peneliti di laboratorium ini sebelumnya menunjukkan hubungan yang linier antara konsentrasi agar dan hasil pengukuran T1 dan T2 menggunakan MRI serta modulus geser menggunakan Dynamic Mechanical Analysis. Pada penelitian ini, hasil dari penelitian sebelumnya akan diaplikasikan dalam bidang kedokteran untuk menentukan konsistensi tumor otak. Pada penelitian ini, konsistensi tumor otak akan ditentukan menggunakan teknik pengukuran T1 dan T2 dengan Magnetic Resonance Imaging. Hasil dari pengukuran tersebut akan dievaluasi dengan hasil pengukuran modulus geser menggunakan Dynamic Mechanical Analysis. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa bahan agarose dan tumor otak baik secara ex-vivo maupun in-vivo. Penelitian ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan Departemen Bedah Saraf dan Departemen Radiologi RS Dr Soetomo Surabaya.