2017 : PURIFIKASI BIODIESEL MENGGUNAKAN DEEP EUTECTIC SOLVENT

Prof. Dr.Ir. M.Rachimoellah Dip.EST
Orchidea Rachmaniah ST.,MT.
Siti Zullaikah ST.,MT.,Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Tujuan utama dari penelitian yang diusulkan adalah menghasilkan biodiesel dari\nminyak dedak padi yang memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI). Pemurnian biodiesel\nmerupakan langkah penting dalam produksi biodiesel untuk memenuhi spesifikasi standard\nbiodiesel (SNI 7182:2012). Biodiesel yang diproduksi dari minyak mentah kualitas rendah\nyang harganya murah seperti minyak dedak padi masih mengandung pengotor berupa minyak\nyang tidak bereaksi dan unsaponifiable matter (?-oryzanol, tocols, dan phytosterols) yang\ncukup tinggi. Adanya pengotor didalam biodiesel akan mengakibatkan masalah dan\nkerusakan pada mesin.\nBeberapa metode pemurnian biodiesel telah dikembangkan seperti pencucian basah\n(wet washing), pencucian kering (dry washing), membrane dan Ionic liquid. Namun metodemetode tersebut belum mampu untuk memisahkan minyak yang tidak bereaksi dan\nunsaponifiable matter didalam biodiesel dengan baik. Pada penelitian yang diusulkan, Deep\nEutectic Solvent (DES) digunakan untuk mengurangi minyak yang tidak bereaksi dan\nunsaponifiable matter dalam crude biodiesel dari minyak dedak padi. DES yang digunakan\npada penelitian ini dihasilkan dari pencampuran antara choline chloride dan ethylene glycol.\nDES jenis ini selain bersifat ramah lingkungan juga mempunyai kemampuan untuk\nmemisahkan senyawa yang mengandung grup OH dalam senyawanya. Minyak yang tidak\nbereaksi seperti diglycerides (DG), monoglycerides (MG) dan free fatty acids (FFA) akan\ndapat dipisahkan dari crude biodiesel. Demikian juga ?-oryzanol, tocols dan phytosterols\nyang mengandung grup OH dalam senyawanya bisa dipisahkan dari crude biodiesel berbahan\nbaku minyak dedak padi.\nBeberapa faktor yang mempengaruhi proses purifikasi biodiesel dari minyak dedak\npadi menggunakan DES akan dipelajari pada penelitian yang diusulkan diantaranya pengaruh\nwaktu ekstraksi (15, 30, 45, 60, 120 dan 240 menit), temperature ekstraksi (30, 45 dan 60 °C)\ndan perbandingan molar antara crude biodiesel dan DES (1:2. 1:4 dan 1:8) terhadap\nkandungan fatty acid methyl ester (FAME/biodiesel) dan rekoveri biodiesel. Diharapkan dari\npenelitian yang diusulkan bisa diperoleh biodiesel yang memenuhi spesifikasi standard\nbiodiesel SNI 7182:2012 yang lebih murah dan ramah lingkungan.\nKata kunci: Biodiesel; Deep Eutectic Solvent; FAME; Purifikasi; Minyak Dedak Padi