2017 : Studi Simulasi Numerik dan Eksperimental Pengaruh Penambahan Fin Berbentuk Prisma Segitiga Tegak Lurus Aliran yang Dipasang pada Bagian Bawah Plat Absorber Berbentuk V Terhadap …

Prof. Dr. Ir. Djatmiko Ichsani M.Eng


Abstract

Sumber energi fosil akan habis dalam beberapa tahun lagi jika tidak ada alternatif energi untuk dijadikan bahan bakar [1]. Energi alternatif yang mudah didapatkan di Indonesia adalah energi surya yang dapat diaplikasikan dalam solar air collector sebagai pengering diberbagai industri. Pada penelitian ini dilakukan uji performa kolektor surya berbentuk v-corrugated dengan penambahan fin prisma segitiga pada bagian bawah plat absorber. Penelitian dilakukan dengan metode simulasi untuk mengetahui ketinggian dan jarak fin terhadap obstacle paling optimum dan eksperimen untuk mengetahui pengaruh penambahan fin terhadap efisiensi kolektor surya. Pada simulasi, variasi ketinggian fin adalah 3mm; 4mm; 5mm dan jarak fin 0, 25l; 0, 50l; 0, 75l. Fin paling optimum dicapai pada ketinggian 3mm dan jarak 0, 50l dilihat berdasarkan rasio∆ P/∆ T yang paling kecilyaitu 37,067. Fin tersebut diuji secara eksperimen dengan variasi laju aliran massa 0,002 kg/s; 0,004 kg/s; 0,006 kg/s; 0,008 kg/s dan intensitas radiasi lampu halogen 431Watt/m 2; 575Watt/m 2; 719Watt/m 2. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah besarnyaenergi berguna yang diserap oleh fluida kerja berbanding lurus dengan peningkatan laju aliran massa dan intensitas radiasi. Sedangkan besarnya effisiensi dari kolektor surya yang diuji berbanding lurus dengan peningkatan laju aliran massa namun berbanding terbalik dengan intensitas radiasi. Energi berguna (Qu) paling tinggi dicapai pada laju aliran massa 0,008 kg/s dengan intensitas radiasi 719 Watt/m 2 yakni 72, 67 Watt dan effisiensi tertinggi sebesar 91, 77% dicapai pada laju aliran massa 0,008 kg/s …