2018 : INTEGRASI METODE GEOLOGI GEOFISIKA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG BALURAN UNTUK PENGEMBANGAN WILAYAH BERKELANJUTAN

Dr.Ir. Amien Widodo M.Si.
Wien Lestari S.T., M.T

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Taman Nasional Baluran memiliki bentang alam yang khas, salah satunya adalah keberadaan savana di tengah daerah green zone yang tetap hijau sepanjang tahun. Kenampakan bentang alam di permukaan merupakan manifestasi dari karakter bawah permukaan yang hanya dapat dijelaskan melalui penelitiangeofisika bawah permukaan. Penelitian ini fokus pada dua blok yakni di daerah savana dengan luas area penelitian 6 km2dan di daerah bitakol dengan luas area 4 km2. Metode yang digunakan dalam karakterisasi bawah permukaan Taman Nasional Baluran dengan 5 metode. Pertama, metode magnetikdengan 74 titik spasi 500 muntuk mengetahui nilai kemagnetan batuan Kedua, metodegravity dengan 74 titik spasi 500 m untuk mengetahui nilai densitas batuan. Ketiga, metode tahanan jenis dengan 6 lintasan masing – masing sepanjang 250 muntuk mengetahui nilai resistivitas batuan. Keempat, metode mikrotremor dengan 48 titik spasi 500 muntuk mengetahui jenis pelapisan batuan. Hasil dari pengukuran pada masing-masing metode akan digunakan untuk memodelkan kondisi bawah permukaan Taman Nasional Baluran. Hasil pemodelan tersebut disertai hasil kajian petrofisika, peneliti akan mendapatkan kesimpulan awal terkait kondisi geologi Taman Nasional Baluran sekaligus terkait dengan penyebab terjadinya bentang alam yang ada.Data lapangan ini selanjutnya dapat dikembangkan untuk pengembangan wilayah (master plan) yang berdasarkan azas konservasi alam dan lingkungan, serta melibatkan pembangunan pendidikan dan kebudayaan di Taman Nasional Gunung Baluran, antara lain melalui geopark. Kegiatan di dalam sebuah geopark meliputi konservasi, pendidikan, dan penumbuhan ekonomi setempat yang berporos pada geowisata berkelanjutan dan “green tourism�Program pendidikan dengan konsep konservasi berkelanjutan seperti geoparkjuga dapat mewakili peran penting dalam mengurangikerugian dan korban bencana alam. Geopark memberikan kesempatan yang tepat bagi masyarakat untuk mengenal lingkungan (konsep di alam)dan ilmu geologi.