2021 : EVALUASI EFISIENSI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS

Syarifa Hanoum ST., MT.

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam perekonomian suatu negara, salah satu cara untuk memeroleh sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan penyelenggaraan sistem pendidikan yang berkualitas pula. Pendidikan termasuk dalam pertimbangan penting yang diupayakan pemerintah, terbukti dari besarnya anggaran yang diperuntukan untuk pendidikan. Program wajib belajar menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan pemerataan pendidikan, hal ini sejalan dengan naiknya angka partisipasi sekolah, namun untuk masing-masing provinsi masih memiliki selisih angka partisipasi yang cukup jauh, hal ini mengindikasikan masih kurangnya pemerataan akses. Oleh karena itu, mengevaluasi efisiensi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia diperlukan untuk dapat mengetahui kondisi kinerja sektor pendidikan. Tujuan penelitian ini dapat diselesaikan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Penelitian ini akan mengukur setiap jenjang pendidikan mulai sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas maupun kejuruan pada 34 provinsi selama tiga tahun ajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa provinsi yang mencapai cost efficiency dalam periode tiga tahun ajaran di sekolah dasar ada 5 provinsi, sekolah menengah pertama 4 provinsi, sekolah menengah atas 3 provinsi dan sekolah menengah kejuruan hanya 2 provinsi. Provinsi yang yang mencapai nilai technical efficiency dalam periode 3 tahun di sekolah dasar ada 9 provinsi, sekolah menengah pertama 8 provinsi, sekolah menengah atas 4 provinsi dan sekolah menengah kejuruan hanya 3 provinsi. Yang terakhir untuk provinsi yang mencapai overall efficiency ada 12 provinsi di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dan 8 provinsi di sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan. Selain itu, diperoleh juga referensi dan perbaikan untuk provinsi yang belum efisien. Selanjutnya, variabel input dan output yang paling memengaruhi nilai efisiensi sektor pendidikan adalah rasio guru/siswa sebagai variabel input dan angka melanjutkan sebagai variabel output. Analisis skala efisiensi juga menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi beroperasi dalam skala decreasing return to scale.