2018 : MODEL PENGUKURAN NILAI INFORMASI PADA ANGKUTAN LAUT DI WILAYAH KEPULAUAN (Studi Kasus Propinsi Maluku)

Dr. Ir. Setyo Nugroho

Year

2018

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Saat ini teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat terutama di kota-kota besar, termasuk di Indonesia. Telah tersedia pula berbagai aplikasi yang memudahkan orang untuk beraktivitas, misalnya aplikasi transportasi online seperti Gojek, Grab, dan Uber. Untuk transportasi laut, Sistem-sistem yang menggunakan solusi teknologi informasi dan komunikasi telah menemukan berbagai aplikasi untuk transportasi laut tahun-tahun yang lalu, baik untuk layanan di atas kapal ataupun di darat. Hingga saat ini terdapat banyak sekali teknologi layanan navigasi dan komunikasi elektronik atau pada pada tahap pembuatan. Misalnya GNSS-Global Navigation Satellite System, AIS-Automatic Identification System, VTS-Vessel Traffic Services dan generasi modifikasi GMDSS-Global Maritime Distress and Safety System – yang secara otomatis dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh petugas navigasi di kapal dan di darat. Layanan ini lebih banyak dimanfaatkan oleh operator kapal, sedangkan bagi masyarakat pengguna jasa angkutan laut layanan ini sangat terbatas. Mobilitas penduduk di wilayah kepulauan yang memiliki ketergantungan mutlak terhadap moda transportasi laut, secara khusus pada pulau-pulau kecil dengan pertumbuhan ekonomi lambat di wilayah perbatasan, informasi menjadi salah satu isu penting mobilitas di wilayah kepulauan. Studi ini berupaya menangkap secara jelas permasalahan sistem informasi di wilayah kepulauan yang diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya mobilitas penduduk dan barang. Diharapkan dari studi ini diperoleh sebuah sistem informasi penjadwalan kapal yang dapat diakses dengan mudah oleh pengguna jasa dan mendorong pergerakan orang dan barang. Kata kunci: Sistem informasi, analisis manfaat-biaya.