2019 : SISTEM SENSOR GAS ELEKTROKIMIA YANG DIIMPLEMENTASIKAN PADA MIKROKONTROLLER UNTUK MENGANALISA POLUSI UDARA BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)

Dr. Muhammad Rivai ST.,MT.
Fajar Budiman ST., M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor roda dua maupun lebih yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah penduduk dan pendatang di wilayah perkotaan mengakibatkan peningkatan polusi udara. Di Indonesia kendaraan bermotor meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun, gas buang yang di timbulkan dari kendaraan bermotor tersebut menimbulkan polusi udara sebesar 70 sampai 80 persen, sedangkan pencemaran udara yang diakibatkan oleh industri hanya 20 sampai 30 persen. Polusi udara pada wilayah perkotaan ini mengandung banyak gas yang membahayakan bagi kesehatan. Polusi udara yang sering kita alami sebagian besar dikarenakan oleh paparan gas seperti Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Oksida Nitrat (NO), Tar, Nikotin dari kendaraan bermotor dan asap rokok yang dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit pernapasan. Asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) merupakan penyakit pernafasan kronis yang sering dijumpai pada masyarakat Indonesia. Penyakit asma ini sering ditemukan pada masa anak-anak tetapi akan sulit dideteksi pada anak dibawah umur 6 tahun dengan menggunakan spirometer. Kandungan gas CO dan NO pada penderita asma dan PPOK akan lebih tinggi daripada orang normal sehingga diperlukan sistem pendeteksi gas-gas tersebut. Pada sistem sensor gas ini akan digunakan sensor dengan tipe CO-B4 untuk mendeteksi CO dan NO-B4 untuk mendeteksi NO. Sensor ini dapat mendeteksi kadar gas yang kecil namun output sensor yang sangat kecil ini sering terpendam oleh gangguan (noise) sehingga diperlukan proses penyaringan berupa digital low pass filter (LPF). Sistem sensor akan diimplementasikan pada mikrokontroller sebagai pemroses. Sistem sensor gas elektrokimia ini diharapkan dapat digunakan untuk monitoring polusi udara di Lingkungan perkotaan contohnya Surabaya. Penelitian ini juga merupakan perancangan alat monitoring polusi udara berbasis IoT agar bisa dilihat dari jarak jauh melalui applikasi SmartPhone atau laptop.