2017 : Perancangan La_Text: \"Halal Text\" sebagai Inovasi Pengenalan Produk Halal berdasarkan Masukan Teks Nama Melalui Kamera Perangkat Pintar Android menggunakan Teknologi Optical Character Recognition (OCR)

Imam Kuswardayan S.Kom, M.T
Anny Yuniarti S.Kom., M.Comp.Sc
Ridho Rahman Hariadi S.Kom, M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Permasalahan mengenai halal dan haram suatu produk merupakan persoalan yang penting dan perlu diberikan perhatian oleh umat Islam. Dari sudut pandang penggunaan suatu produk perlu diasaskan konsep halal dan baik. Islam telah meletakkan garis panduan dan peraturan yang jelas mengenai perkara ini yang dijelaskan pada Al Quran dan sunah. Ini bermakna bahwa isu halal dan haram tersebut berkaitan erat dengan soal keimanan umat Islam. Namun belakangan ini banyak timbul keraguan di kalangan pengguna muslim tentang status halal dan haram suatu produk. Dengan kata lain, pengguna muslim semakin terdedah dengan berbagai produk yang disyaki dicampur dengan unsur-unsur haram dalam Islam. Selain itu, masyarakat Islam juga dikejutkan dengan penggunaan logo halal palsu dalam produk makanan kemasan, obat-obatan ataupun makanan saji di restoran.\nPusat kajian halal memegang peranan penting dalam menentukan sebuah bahan atau produk halal atau haram. Pusat kajian tersebut memiliki peneliti-peneliti serta ilmuwan-ilmuwan yang memiliki kemampuan untuk meneliti serta menganalisa halal haram suatu bahan. Contohnya adalah pada kasus konsumsi kepiting. Diketahui bahwa kepiting hidup di dua tempat. Sehingga hal ini menimbulkan keraguan dalam penetapan halal haram untuk mengkonsumsi kepiting. Namun berkat penjelasan dari seorang profesor ahli, perdebatan masalah konsumsi kepiting ini terselesaikan. Profesor tersebut menjelaskan bahwa kepiting hanya bisa hidup di air. Kepiting bisa hidup di darat karena kepiting memiliki sebuah kantong khusus. Sehingga berbeda dengan hewan yang hidup di dua tempat lain seperti katak. Hal ini akhirnya menjadi dasar penetapan bahwa kepiting halal untuk dimakan.\nSeiring perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, sudah seharusnya diciptakan aplikasi teknologi yang canggih untuk membantu pendeteksian halal haram suatu produk. Berdasarkan hasil survei pada Google Play Store, hanya terdapat lima aplikasi yang dikembangkan untuk pengecekan halal haram suatu produk makanan. Pengecekan tersebut adalah berdasarkan kode produk suatu makanan tersebut serta kode batang (barcode). Aplikasi tersebut menggunakan masukan teks kode produk secara manual. Selain aplikasi pengecekan kode halal haram suatu produk, terdapat sebuah aplikasi lain yaitu petunjuk tempat/lokasi restoran halal yang ada di sekitar.\nPada penelitian ini diusulkan penggunaaan teknologi Optical Character Recognition (OCR). Teknologi OCR memungkinkan pengenalan teks melalui kamera perangkat pintar, sehingga pengguna dapat dengan mudah mengenali produk melalui pengenalan gambar nama produk tersebut tanpa harus mengetikkan kode produk atau men-scan kode batang (barcode) produk.\n