2017 : Penerapan Komposit Multiple Reinforcement Serat Sisal-Serat karbon-Hollow Glass Microsphere pada Sungkup Helm untuk Menahan Penetrasi dan Mereduksi Energi Impact

Prof. Dr. Ir. Wajan Berata DEA
Wahyu Wijanarko S.T.,M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Helm merupakan perlengkapan yang wajib digunakan oleh setiap pengguna kendaraan roda dua. Aturan Penggunaan helm diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu – lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 ayat 1 dan 2. Pada UU tersebut diterangkan bahwa helm yang digunakan harus memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterbitkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Kriteria fisik dan kemampuan helm yang harus dipenuhi untuk pengendara kendaraan bermotor roda dua diatur dalam SNI 1811 – 2007.\n Helm memiliki fungsi utama untuk meminimalkan resiko cedera di bagian kepala yang terjadi saat kecelakaan. Cedera yang terjadi dapat berupa pendarahan luar, keretakan, trauma otak, ataupun kombinasi diantara ketiganya. Cedera yang cukup parah dapat berujung pada kematian. Angka kecelakaan dari tahun ke tahun kian meningkat mencapai angka 100.000 kejadian dan berujung pada 38.729 kematian. Salah satu penyebab tingginya angka kematian adalah kurangnya perlindungan yang memadai pada bagian kepala pengguna kendaraan bermotor roda dua. Helm yang banyak beredar umumnya telah memenuhi ketentuan SNI 1811 – 2007 namun masih terasa berat dan menimbulkan rasa sakit pada bagian leher jika digunakan dalam jangka waktu tertentu.\n Carbon fiber merupakan material penguat komposit yang berbentuk serat dan banyak diaplikasikan di bidang otomotif, penerbangan, dan perkapalan. Carbon fiber memiliki beberapa kelebihan diantaranya kuat, ringan, dan tahan terhadap korosi. Tipe penguat lain adalah Hollow glass microsphere (HGM) yang merupakan material penguat komposit berbentuk bola kaca berukuran mikro yang terbuat dari sodelime borrosilicate. HGM memiliki beberapa kelebihan diantaranya memiliki isostatic crush strength dan impact strength yang tinggi, kestabilan kimia yang baik, serta temperature tolerance yang baik. Di sisi lain, serat alam, serat sisal (Agave silana) merupakan serat yang kaku dan banyak digunakan sebagai tali dan anyaman tradisional. Sisal dapat diuraikan sepenuhnya oleh lingkungan dan merupakan sumber daya alam terbarukan. Sisal memiliki ketahanan aus yang cukup tinggi dengan perawatan yang tidak terlalu sulit.\n Menilik berbagai kekurangan yang ada pada helm yang banyak beredar serta kelebihan yang dimiliki oleh carbon fiber, HGM, dan serat sisal, akan dilakukan penelitian tekait pengaplikasian material tersebut pada helm. Penelitian menyangkut metode, fenomena, dan hasil yang didapatkan dari pengujian. Pada penelitian ini diharapkan akan menghasilkan prototype helm yang memenuhi kriteria SNI 1811 – 2007, lebih ringan dan mempunyai kemampuan menyerap energi akibat crush yang tinggi sehingga dapat meminimalkan resiko akibat kecelakaan.