2018 : PENGOLAHAN SECARA KREATIF FURNITUR INVENTARIS YANG TELAH RUSAK MENJADI FURNITUR BARU DI RUANG-RUANG TERBUKA DI KAMPUS ITS

Thomas Ari Kristianto S.Sn., MT
Aria Weny Anggraita ST., M.MT
Anggra Ayu Rucitra ST, M.MT
Ede Mehta Wardhana S.T., M.T
Mariyanto S.Si., M.T
Lucky Putri Rahayu S.Si., M.Si.
Ervin Nurhayati S.T.,M.T.,Ph.D
Murry Raditya S.T., M.T.
Sefi Novendra Patrialova S.Si., M.T
Maratus Sholihah S.T., M.T
Muhammad Attamimi B.Eng.,M.Eng.,Ph.D
Iftita Rahmatika S.T., M.Eng
Okta Putra Setio Ardianto S.T.,M.T
Ardi Nugroho Yulianto S.T.,M.T
Gita Marina Ahadyanti S.T., M.T
Adhi Iswantoro S.T.,M.T
Fadilla Indrayuni Prastyasari S.T., M.Sc
BANU PRASETYO S.FIL.,M.FIL
Danu Utama S.T.,M.T
M. Haris Miftakhul Fajar S.T., M.Eng.
Muhammad Luthfi Shahab S.Si.,M.Si


Abstract

Permasalahan global yang menjadi perhatian dunia seperti pemanasan bumi akibat kerusakan lingkungan, polusi udara dan sampah, pemborosan energi, kekurangan air bersih yang berakibat buruk bagi seluruh kehidupan di bumi. Upaya yang dapat dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut adalah ikut berperan serta dalam mengurangi efek kerusakan tersebut. Partisipasi perguruan tinggi dalam membuat kebijakan yang ramah lingkungan sangat diperlukan untuk ikut berperan meminimalisir permasalah dengan memberikan solusi melalui penemuan ilmiah dan teknologi yang hemat energi ataupun memberikan ide-ide yang brilian dalam menghadapi permasalahan tersebut. ITS memiliki komitmen yang kuat pada pengelolaan lingkungan ITS, salah satunya dengan program Smart Eco-Campus. ITS Smart Eco-Campus merupakan inisiatif ITS dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan di lingkungan kampus dengan memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan dalam kampus. ITS berinisiatif untuk menjadi pionir dalam pengembangan Smart Eco-Campus dan memanfaatkan setiap elemen kampus untuk menciptakan pembangunan yang ramah lingkungan. ITS selalu berupaya meningkatkan pengembangan di bidang pengelolaan berbasis lingkungan melalui berbagai kebijakan. Salah satu kebijakan ITS yang belum ada adalah pemanfaatan kembali furnitur inventaris yang telah rusak untuk diolah secara kreatif menjadi furnitur baru yang bisa digunakan kembali. Padahal setiap tahunnya jumlah furnitur yang rusak selalu bertambah. Penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan pokok, yaitu tahap pengumpulan data, tahap pengembangan desain, tahap pembuatan prototype dan tahap aplikasi. Pengolahan kembali furnitur inventaris yang rusak menjadi furnitur baru akan diletakkan di area terbuka kampus ITS. Hasil dari penelitian ini selain dapat mengurangi sampah dan membuat lingkungan kampus menjadi bersih, dapat mengurangi anggaran belanja furnitur baru diharapkan dapat menambah estetika dan memaksimalkan fungsi area terbuka di kampus ITS. Keyword: Ecocampus, recycle, furniture