2017 : AKTIVITAS EKSTRAK METANOL BUAH PARIJOTO (Medinilla speciosa) SEBAGAI BIOPROSPEK OBAT HIPERLIPIDEMIA: KADAR LDL, ROS DAN PROTEIN TIKUS (Rattus norvegicus) SECARA IN VIVO

Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si
Noor Nailis Sa adah S.Si., M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pola konsumsi makanan masyarakat cenderung ke arah tingginya asupan lipid, sehingga dapat menyebabkan hiperlipidemia. Hiperlipidemia ditandai dengan peningkatan kolesterol total, trigliserida, LDL-Kolesterol (Low Density Lipoprotein), apolipoprotein B, serta penurunan HDL-Kolesterol (High Density Lipoprotein). Kondisi hiperlipidemia yang kaya akan trigliserida dan asam lemak dapat merangsang leukosit memproduksi Reactive Oxygen Species (ROS), sehingga meningkatkan oksidasi LDL. LDL yang teroksidasi akan diikat oleh makrofag dan membentuk tumpukan sel busa pada dinding jaringan endothelial pembuluh darah (plak). Plak merupakan penyebab aterosklerosis, yang merupakan salah satu faktor pemicu untuk sebagian besar penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, jantung koroner maupun stroke. \nBahan-bahan alami tumbuhan banyak yang telah digunakan sebagai obat anti-hiperlipidemia. Salah satu spesies tumbuhan asli Indonesia yang belum dieksplorasi sepenuhnya secara farmakologi adalah tumbuhan parijoto (Medinilla speciosa). Komponen fitokimia yang terkandung dalam buah parijoto adalah flavonoid, saponin dan kardenolin. Asupan diet flavonoid berkorelasi negatif dengan angka kematian akibat penyakit jantung koroner. Flavonoid berpotensi sebagai antioksidan dan melindungi dari oksidasi LDL. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemberian ekstrak metanol buah parijoto terhadap tikus hiperlipidemia dapat menurunkan kadar kolesterol total dan indeks aterogenik, serta meningkatkan kadar HDL-Kolesterol. \nPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar LDL-Kolesterol dan ROS, serta profil protein serum darah tikus putih (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) galur Wistar hiperlipidemia yang diberi ekstrak metanol buah parijoto (M. speciosa). Penelitian dilakukan dengan rancangan post test randomized control group. Tikus dibuat hiperlipidemia dengan diberikan campuran minyak jelantah dan kuning telur itik (1:2) secara oral sebanyak 1% dari berat badan (BB) tikus selama 30 hari. Setelah hiperlipidemia tercapai, tikus dikelompokkan menjadi 5 yaitu: kelompok tikus normal, tikus hiperlipidemia, tikus hiperlipidemia dan diberi ekstrak buah parijoto 500 mg/kg BB, tikus hiperlipidemia dan diberi ekstrak buah parijoto 1000 mg/kg BB serta tikus hiperlipidemia dan diberi ekstrak buah parijoto 1500 mg/kg BB. Pengambilan darah dilakukan setelah perlakuan dengan ekstrak metanol buah parijoto (M. speciosa) selama 30 hari. Data kadar LDL-Kolesterol dan ROS yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji ANOVA kemudian dilanjutkan Tukey test pada taraf signifikansi 5%. Analisis data profil protein dilakukan secara deskriptif berdasarkan variasi berat molekul dan ketebalan pita protein.\n \nKata kunci : Hiperlipidemia, LDL-Kolesterol, ROS, parijoto, profil protein