2018 : MODEL TRANSPORTASI LAUT PENGIRIMAN IKAN SEGAR UNTUK INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN: STUDI KASUS INDUSTRI SURIMI DI JAWA TENGAH

Ir. Murdjito
Hasan Iqbal Nur S.T., M.T.

Year

2018

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sektor perikanan memiliki peranan strategis dalam pembangunan nasional. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada tahun 2017 produksi sektor perikanan nasional mencapai 23,26 juta dan memberikan kontribusi sebesar 5,95% terhadap PDB nasional. Salah satu wilayah dengan potensi produksi pengolahan ikan adalah industri surimi di Jawa Tengah. Bahan baku produksi industri surimi berasal dari nelayan sekitar yang menggunakan cantrang. Dimana berdasarkan kajian dari WWF-Indonesia pada 2015 bahwa hanya sekitar 18-40% hasil tangkapan trawl dan cantrang yang bernilai ekonomis dan dapat dikonsumsi. Disisi lain penggunaan cantrang dapat merusak habitat dan ekositem lingkungan laut. Untuk menghindari dampak jangka panjang dari penggunaan jenis alat tangkap tersebut, pemerintah menetapkan kebijakan pelarangan alat tangkap cantrang melalui Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 2 Tahun 2015. Kebijakan tersebut berdampak besar terhadap hasil tangkapan nelayan, sehingga mempengaruhi produksi industri surimi di Jawa Tengah. Untuk menangani permasalahan tersebut, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan solusi untuk menggunakan ikan yang berasal dari wilayah lain Indonesia, khususnya wilayah timur Indonesia. Namun, biaya pengiriman ikan segar dari wilayah timur indonesia masih sangat mahal. Meskipun saat ini pelarangan penggunaan cantrang telah ditangguhkan, sembari menunggu proses peralihan alat tangkap nelayan. Akan tetapi melihat trend permintaan produk olahan ikan yang terus meningkat, kebutuhan akan bahan baku ikan segar juga akan turut meningkat untuk industri surimi di Jawa Tengah. Sedangkan disisi lain wilayah Indonesia terdapat daerah dengan produksi ikan yang melimpah. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis model pengiriman bahan baku ikan segar yang optimal, untuk memperkecil biaya penggangkutan. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk dapat mempertemukan sisi pemintaan (demand side) dan sisi penawaran (supply side) dari sektor perikanan nasional.