2018 : Kebijakan pengembangan industri kreatif: sebuah pendekatan numeris

Erwin Widodo ST., M.Eng.
Niniet Indah Arvitrida ST, MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Industri kreatif merupakan industri yang memanfaatkan kreativitas, keterampilan, serta kemampuan individu dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Industri kreatif menjadi penyokong dalam perekonomian bagi negara maju saat ini. Kontribusi industri kreatif terhadap GDP negara Indonesia hanya berada diposisi 30 dari 42 negara. Untuk meningkatkan kontribusi dari industri kreatif, dilakukan pengidentifikasian subsektor industri kreatif pada wilayah amatan dengan menggunakan teknik klasifikasi. Pengklasifikasian merupakan hal utama dalam peningkatan potensi industri kreatif berdasarkan spesifikasi keunggulannya masing-masing. Pengklasifikasian ini dilakukan dengan menggunakan metode location quotient (LQ) yang digabungkan dengan metode heuristik ant colony optimization (ACO). Beberapa indikator yang dibutuhkan dalam pengklasifikasian 16 subsektor, yaitu pendapatan perkapita, ekspor, tenaga kerja, investasi, dan perusahaan atau bisnis. Pengidentifikasian juga akan dilakukan terhadap wilayah amatan dengan memperhatikan faktor isoincome. Pemetaan ini dilakukan dengan memodifikasi location modeling berdasarkan empat kriteria, yaitu akses industri kreatif antar wilayah; akses konsumen industri kreatif berdasarkan jumlah bisnis, pendapatan perkapita wilayah, serta transportasi; pengaruh pendidikan, pendapatan perkapita wilayah, serta pengangguran; dan pengaruh sektor pariwisata. Indikator yang akan digunakan dalam pemetaan adalah pendapatan perkapita setiap wilayah, jumlah pariwisata, wisatawan yang datang, penduduk yang berpendidikan, perguruan tinggi, transportasi, perusahaan atau bisnis, serta rata-rata pengangguran. Hasil dari kedua pengidentifikasian ini akan digunakan untuk kajian kebijakan pengembangan industri kreatif. Sebagai sarana untuk mengetahui kelayakan skenario pengembangan yang diusulkan, simulasi Montecarlo akan dimanfaatkan untuk mendapatkan prioritas pengembangan subsektor industri kreatif berdasarkan wilayah isoincome. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah agar pemerintah daerah dapat mengembangkan subsektor industri kreatif dengan tepat sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Keywords: industri kreatif, klasifikasi, LQ, ACO, isoincome, location modeling, simulasi Montecarlo