2019 : Kajian Kontribusi Dampak Proses Pengolahan Lumpur Tinja Terhadap Lingkungan dengan Metode Life Cycle Assessment (LCA) Guna Mendukung Terwujudnya Green Technology (Teknologi Hijau)

Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem Dipl.SE, M.Sc
Ir. Mas Agus Mardyanto M.E., Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pencemaran lingkungan dapat menimbulkan munculnya berbagai macam penyakit, oleh karena itu diperlukan upaya perbaikan pelayanan sanitasi. Semakin bertambahnya jumlah penduduk sebuah kota semakin besar air limbah beserta lumpur yang dihasilkan dibuang ke lingkungan, sehingga kapasitas pelayanan pengolahan air limbah menjadi semakin besar. Lumpur tinja yang diolah pada pengolahan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) jika tidak diolah dengan benar dapat berpotensi mencemari lingkungan atau badan air. Karena itu, diperlukan pengawasan, pengurangan dan pencegahan pencemaran yang dapat menyebabkan terpaparnya ke tubuh manusia atau ke media lingkungan, seperti tanah, air, dan udara. Air limbah atau lumpur tinja tersebut mengandung mikroorganisme yang dapat mendegradasi bahan organik kompleks menjadi senyawa organik sederhana dan mengonversikannya menjadi gas karbon dioksida (CO2), air (H2O), dan energi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan reproduksinya (Firdus dan Muchlisin, 2010). Berdasar pada uraian yang ada, agar dampak terhadap lingkungan menurun, diharapkan IPLT semakin memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap kegiatannya dengan didukung regulasi yang mencakup persoalan teknis, aspek ekonomi, aspek sumber daya manusianya. Selain itu dengan memperhatikan aspek dampak terhadap lingkungan IPLT dapat meminimisasi air limbah yang dibuang ke lingkungan atau berarti IPLT dapat membantu terlaksanakan program Pemerintah Dalam mewujudkan Green Technology (Teknologi Hijau). Dalam penelitian ini, guna terwujudnya Green Technology maka perlu dilakukan analisis operasional proses dengan menggunakan metode life cycle assessment (LCA) yang mana metode tersebut digunakan untuk menganalisis beban lingkungan disemua tahapan dalam siklus hidup dari produk yang dimulai dari ekstraksi sumber daya, proses produksi, produk itu sendiri, dan penggunaan produk sampai produk itu dibuang (baik oleh penggunaan kembali, daur ulang atau pembuangan akhir) dengan kata lain cradle to grave (Bruijn dkk, 2002). LCA digunakan sebagai salah satu untuk mengkaji dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh industri atau pabrik dan proses produksinya (Haas, 2000). Pelaksanaannya memerlukan software SimaPro 8.5 sebagai perangkat atau tools untuk menganalisis penghematan energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca, audit energi dan lingkungan global yang berfokus pada siklus hidup suatu produk, serta efisiensi penggunaan sumber daya berupa tanah, air, energi dan sumber daya alam lainnya. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai suatu analisis penentuan alternatif terbaik dengan memberikan solusi pada pemasalahan tersebut. Metode analisis yang digunakan untuk melakukan pemilihan solusi yang terbaik adalah metode analytical hierarcy process (AHP) dengan aplikasi expert choice. AHP menggabungkan pertimbangan dan penilaian pribadi dengan cara yang logis dan dipengaruhi imajinasi, pengalaman, dan pengetahuan untuk menyusun hierarki dari suatu masalah yang berdasarkan logika, intuisi dan juga pengalaman untuk memberikan pertimbangan (Tominanto, 2012). Expert choice menawarkan beberapa fasilitas mulai dari input data-data kriteria, beberapa alternatif pilihan, sampai dengan penentuan tujuan (Retnoningsih, 2011). Diharapkan dari penelitian ini dapat diketahui dampak lingkungan akibat proses pengolahan lumpur dengan penedekatan life cycle assessment (LCA) dan cara untuk mengurangi dampak-dampak tersebut.