2018 : Pengaruh Penambahan Pelanggan MBR terhadap Pemakaian Air, Penjualan Air dan PMPD ke PDAM (Studi kasus PDAM di Jawa Timur)

Ir. Bowo Djoko Marsono
Ali Masduqi S.T., M.T.
Alfan Purnomo S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Program hibah air minum merupakan salah satu program untuk mencapai target universal akses 100% air minum. Program ini telah diinisiai oleh Pemerintah Indonesia dan Australia melalui program AusAid yang meliputi hibah air minum dan sanitasi, yang dimulai tahun 2012 dan dilanjutkan dengan pendanaan APBN sampai sekarang. Program hibah air minum berupa pemasangan sambungan rumah air minum untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Beberapa PDAM Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur tercatat mengikuti program hibah air minum dengan pendanaan Pemerintah Australia yaitu Kabupaten Magetan, Kab. Madiun, Kab. Nganjuk, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kota Malang, Kab. Jombang, Kab. Sidoarjo, dan Kab. Pamekasan. Penambahan jumlah sambungan rumah khususnya pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah akan meningkatkan jumlah akses air minum, jumlah penjualan volume air minum dan peningkatan jumlah Penyertaan Modal Pemerintah Daerah ke PDAM. Namun demikian dimungkinkan akan menurunkan rata-rata pemakaian air minum dan menurunkan pemasangan sambungan rumah regular. Dalam penelitian ini akan dikaji pengaruh penambahan sambungan rumah MBR terhadap beberapa parameter di atas.