2018 : KAJIAN ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN REMUNERASI MENJADI TUNJANGAN PENGHASILAN BULAN DAN INSENTIF KINERJA ITS TERHADAP REALISASI ANGGARAN BELANJA PEGAWAI DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI DI ITS

Dr.Ir. Sri Gunani Partiwi M.T.
Agus Dwi Purwolastono SE., M.Acc, Ak
Ririt Purwanti SE., M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 83 tahun 2014 pada tanggal 17 Oktober 2014, dalam rangka perluasan pemberian otonomi sesuai dengan dasar, tujuan, dan kemampuan serta untuk melaksanakan pasal 27 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember telah ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Implementasi PTNBH ITS dimulai tahun 2017, dimana dari segi pengelolaan anggaran terdapat perubahan yaitu tidak adannya anggaran dari APBN melainkan berupa bantuan subsidi dari Kementerian Riset dan Teknologi (RISTEKDIKTI) yang biasa disebut dengan Bantuan Pendanaan PTN Badan Hukum (BPPTNBH). BPPTNBH adalah subsidi yang diberikan oleh Pemerintah kepada PTN Badan Hukum yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara untuk penyelenggaraan dan pengelolaan Pendidikan Tinggi (PP 26 tahun 2015). Pada era BLU ITS telah menerapkan skema Remunerasi bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan ITS yang dimulai tahun 2015 sampai tahun 2016. Seiring dengan perubahan ITS PK-BLU menjadi PTNBH, maka juga dilakukan perubahan pada beberapa aspek diantaranya dalam hal sistem remunerasi. Pada tahun 2017 ITS menerapkan skema Insentif Kinerja ITS (IKITS) yang dirancang berdasarkan evaluasi sistem remunerasi sebelumnya dan sebagai upaya perbaikan. Penerapan IKITS sejak ITS berubah menjadi PTNBH, sangat mempengaruhi nominal anggaran untuk belanja pegawai karena ketika penerapan remunerasi hanya pegawai PNS sebagian pegawai NON PNS yang menerima insentif, tetapi ketika PTNBH semua pegawai memperoleh IKITS. Belanja pegawai adalah pos keuangan untuk membiayai gaji pegawai dan honorarium yang terkait dengan semua kegiatan yang ada di ITS bagi dosen maupun tendik di ITS. Selain berdampak pada anggaran dan belanja ITS, IKITS juga memiliki dampak pada kesejarteraan pegawai ITS. Untuk melihat dampak diberlakukannya IKITS, diperlukan sebuah kajian terkait kebijakan yang yang telah diterapkan ITS dalam pembiayaan belanja pegawai selama kurun waktu 3 tahun (2015, 2016, 2017). Hasil kebijakan dapat digunakan untuk bahan pertimbangan pimpinan dalam merumuskan kebijakan terkait belanja pegawai dalam PTN-BH. Proposal kajian ini diajukan untuk melakukan analisis terkait realisasi anggaran belanja pegawai dalam kurun waktu 3 tahun. Selain menganalisis realisasi anggaran, juga akan dilakukan analisis pendapatan pegawai yang sangat mungkin berpengaruh dengan kesejahteraannya dalam kurun waktu 3 tahun. Hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu memberikan informasi dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam menyusun kebijakan belanja pegawai dalam PTN-BH