2017 : Model Penentuan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Perkiraan Harga Penawaran dari Standarisasi Desain Saluran Precast di Pemerintah Kota Surabaya

Tri Joko Wahyu Adi ST., MT., Ph.D
Harun Al Rasyid S.T., M.T.,Ph.D.
Yusroniya Eka Putri Rachman Waliulu ST., MT


Abstract

Pembangunan saluran precast merupakan salah satu program Pemerintah Kota Surabaya dalam menanggulangi banjir. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek saluran precast telah dibuat standarisasi desain saluran precast dari pihak Dinas yang terkait yang sesuai dengan kondisi Surabaya. Standarisasi ini bertujuan untuk mempermudah para perencana dan pelaksana proyek saluran precast sedemikian rupa serta meningkatkan mutu produksi saluran air hujan dengan sistem pracetak, sehingga tercapainya kelancaran pembangunan proyek saluran precast. Pada umumnya harga penawaran dari pihak kontraktor lebih rendah dibandingkan dengan Harga Perkiraan Sendiri PU Bina marga Kota Surabaya. Hal ini dipengaruhi oleh harga saluran precast yang ditawarkan oleh supplier lebih murah dari Harga Perkiraan Sendiri PU Bina marga. Setelah dianalisa ternyata desain tulangan supplier juga tidak memenuhi beban gandar roda kendaraan. Permasalahan utama pengusaha jasa konstruksi atau kontraktor dalam mengajukan suatu penawaran adalah tidak dapat mengajukan harga penawaran yang terlalu tinggi dengan harapan dapat memperoleh keuntungan yang besar, sebaliknya tidak dapat mengajukan harga penawaran yang terlalu rendah dengan harapan peluang mendapatkan proyek semakin besar. Kondisi berlawanan ini berlangsung dalam waktu yang bersamaan sehingga menyulitkan kontraktor dalam pengambilan keputusan dalam menetapkan harga penawaran. Dalam penawaran pelelangan umum, segala sesuatunya harus nampak jelas dan rasional, sehingga hal ini sangat penting dalam menentukan strategi penawaran yang tepat. Penambahan profit yang terlalu besar atas biaya estimasi proyek akan mempersulit kontraktor untuk memenangkan proyek. Sebaliknya, penambahan profit yang terlalu rendah atas biaya estimasi proyek akan mempersulit kontraktor untuk memperoleh keuntungan. Di sisi lain, persaingan di antara kontraktor semakin meningkat dalam memenangkan kontrak atas pekerjaan melalui proses pelelangan umum. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan evaluasi standarisasi desain saluran precast sebagai pedoman perencanaan saluran precast serta menentukan Harga Perkiraan Sendiri dan mendapatkan perkiraan nilai mark up yang dapat diimplementasikan dalam penawaran proyek-proyek konstruksi, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam pengajuan harga penawaran. Selain itu penelitian ini berguna untuk kontraktor sebagai alat bantu dalam menyusun strategi menghadapi pelelangan sistem penawaran bersaing dan mengetahui kesempatan terbaik dalam mengikuti pelelangan untuk mendapatkan kesempatan optimum dalam memenangkan proyek dan medapatkan keuntungan